Berawal dan Berakhir Dalam Doa

Renungan Rabu 11 Januari 2017

Bacaan: Ibr. 2:14-18; Mzm. 105:1-2, 3-4, 6-7, 8-9; Mrk. 1:29-39

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. (Markus 1:35)

Seringkali dalam perjalanan pelayanan kita terjebak dalam kesibukan kita oleh karena padatnya jadwal pelayanan. Belum lagi adanya jadwal pertemuan, rapat, pembinaan dan banyak sekali acara-acara terkait yang bahkan kadang jadwalnya saling tumpang tindih, begitu menyita waktu, pikiran dan perhatian kita.

Banyak kali keadaan demikian terjadi dalam kehidupan pelayanan kita. Membuat kita terbawa arus, terus ikut mengalir seiring padatnya aktivitas. Tak ayal, ada banyak jadwal harian yang harus dikorbankan, mungkin tidak sepenuhnya, tapi jadi berkurang porsinya, berkurang prioritasnya, berkurang kualitasnya.

Adakah di sana, waktu doa kita, saat teduh kita, juga ikut terkena imbasnya?

Hari ini Tuhan mau kembali mengingatkan kita bahwa setiap karya pelayanan kita hendaknya lahir dari hasil doa kita, yang intens, penuh kesungguhan dan mendalam sehingga pada akhirnya berujung kembali ke dalam doa, sebuah persembahan hidup.

Tetap semangat! Mari terus berkarya dalam doa dan berdoa dalam karya.

Selamat hari Rabu. Berkat Tuhan melimpah bagi kita semua!

JTI