Bahagia, Itulah Tujuanku

Renungan Minggu 29 Januari 2017

Bacaan: Zef. 2:3; 3:12-13; Mzm. 146:1,7,8-9a,9bc-10; 1Kor. 1:26-31; Mat. 5:1-12a.

Setiap manusia hidup pasti mempunyai cita-cita. Sehingga ketika masih anak-anak kalau ditanya cita-citamu apa, maka ada berbagai macam jawaban yang menurut si anak. Kalau dia kelak dewasa menjadi seorang yang dia cita-citakan pasti dia akan berbahagia.

Sebagai contoh, ketika masih anak-anak sampai saya SMA saya bercita-cita menjadi seorang dokter, karena menurut kaca mata saya bahwa seorang dokter memiliki kedudukan yang tinggi, dihormati banyak orang serta mempunyai uang yang banyak.

Namun apa yang dikatakan Tuhan Yesus dalam Injil Matius yang dikenal dengan “Delapan Sabda Bahagia”, di mana kalau diperhatikan dengan cara pandang dunia tidak ada satu pun dari sabda tersebut dapat membuat orang bahagia. Mengapa? Karena kebahagiaan duniawi seringkali identik dengan sesuatu yang nampak dari luar seperti materi, kedudukan, nama baik, kenikmatan yang mana semuanya bersifat sementara. Dan banyak sekali manusia mengejar kebahagiaan yang fana ini, dan batinnya seringkali menjadi hampa.

Tuhan Yesus jelas mengatakan bahwa “Delapan Sabda Bahagia” merupakan jalan paling jelas untuk menggapai kebahagiaan hidup. Hanya orang yang merasa tidak berdaya dan sangat tergantung kepada Allah, memiliki kebebasan batin di mana Allah meraja di dalam batinnya itulah kebahagiaan yang sejati.

Doa: Tuhan Yesus aku bersyukur untuk setiap firman-Mu, tolonglah aku untuk dapat mengerti apa arti hidupku, dan aku dapat mengarahkan hidupku bukan untuk kebahagiaan yang semu tetapi untuk kebahagiaan yang sejati.

CTS