Ya Tuhan Kami Percaya

Renungan Jumat 2 Desember 2016

Bacaan: Yes. 29:17-24; Mzm. 27:1,4,13-14; Mat. 9:27-3

Injil Matius ini menceritakan tentang dua orang buta yang mengikuti Yesus minta untuk disembuhkan. Mereka tahu sedang berhadapan dengan siapa. Dengan mata imannya, mereka mampu melihat siapakah Yesus itu. Mereka meminta kepada Yesus agar mata mereka melek dengan cukup mengatakan, ”Kasihanilah kami, hai Anak Daud.“ Apa yang dikatakan orang buta tersebut merupakan doa yang mengandung kedalaman iman mereka. Mereka tahu sedang berhadapan dengan Yesus sebagai anak Daud. Daud adalah tokoh dalam Kitab Perjanjian Lama yang mengusir setan. Ketika Raja Saul diganggu oleh roh jahat maka Daud cepat-cepat dipanggil untuk bermain kecapi, dan ketika bermain kecapi, setan itu terusir keluar. Yesus Anak Daud tidak saja mengusir setan tetapi Dia juga menghancurkan kepala setan. Maka di hadapan Yesus mereka hanya memohon belas kasihan. Mereka tidak mohon banyak hal dan tidak mengucapkan dengan kata-kata yang panjang. Tetapi dengan rendah hati mereka menempatkan diri sebagai orang yang perlu dikasihani. Ketika Yesus bertanya kepada ke dua orang buta itu, “Percayakah kalian, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab, “Ya Tuhan, kami percaya.”
Berdasarkan peristiwa yang dialami oleh dua orang buta tersebut maka kita patut meneladani iman mereka. Dalam doa kita, kita sering mengajukan permohonan kepada Tuhan karena kita merasa layak mendapatkannya karena jasa-jasa kita. Kita sombong dengan kemampuan kita padahal di hadapan Allah kita tidak ada apa-apanya. Dari pihak kita hanya dibutuhkan penyerahan diri pada Tuhan dan berkata seperti yang dikatakan dua orang buta itu yaitu, ”Ya Tuhan, kami percaya.” Iman inilah yang dibutuhkan dalam doa-doa kita. Karena jawaban atas doa kita bukan hanya kemurahan Tuhan tetapi juga karena iman kita kepada-Nya.Kalau dalam berdoa kita kurang yakin maka mujizat pun tidak akan terjadi. 

Maka itu, yang pertama-tama penting juga adalah kita mohon agar mata hati kita dibuka oleh Allah. Selama kita buta secara rohani, kita tidak bisa melihat kebaikan dan karya Tuhan dalam hidup kita. Kita tidak mampu melihat bahwa Tuhan yang lebih besar dari segala apapun yang ada di dunia ini.

Doa: Ya Tuhan bukalah mata kami, mata batin dan mata iman kami yang sering dibutakan oleh egoisme kami sendiri. Semoga kami mampu melihat Engkau di setiap permasalahan yang kami hadapi. Mampukan kami sehingga bisa mengatakan seperti yang dikatakan oleh dua orang buta yaitu “Ya Tuhan, kami percaya” tanpa ada keraguan sedikit pun. Amin. 

EH