The Family Tree of Jesus

Renungan Sabtu 17 Desember 2016.

The Family Tree of Jesus

Bacaan: Kej. 49:2,8-10; Mzm. 72:1-2,3-4ab,7-8,17; Mat. 1:1-17

Dalam budaya Jawa kita masih sering dipengaruhi oleh peribahasa “Bibit, Bebet dan Bobot” di dalam menentukan kelayakan atau kepantasan seseorang dalam menjadi menantu atau pun dalam menerima jabatan atau kekuasaan yang diperhitungkan. Seakan-akan nasib seseorang ditentukan oleh darah atau keturunan leluhurnya. Bagaimana dengan Yesus? Bagaimana dengan silsilah Yesus?

Mempelajari silsilah Yesus Kristus yang ditampilkan Injil Matius mulai dari Abraham sampai Yusuf suami Maria, memaparkan kepada kita bahwa Yesus adalah anggota dari umat pilihan Allah dan penggenapan dari harapan bahwa Dia adalah Mesias yang dinanti-nantikan.

Hal  yang dapat kita pelajari dari silsilah Yesus adalah:

  1. Adanya beberapa nama wanita, seperti Tamar, Rahab, Rut, istri Uria, Maria (ayat 3, 5, 6,16) dalam silsilah Yahudi adalah hal yang tidak lazim, yang mana kita ketahui bahwa zaman itu wanita kurang dihargai.
  2. Adanya nama orang kafir/non Yahudi yaitu Rut yang adalah orang Moab dan Rahab orang Yeriko/Kanaan.
  3. Adanya nama orang yang jahat/berdosa.

Hal ini menunjukkan pada kita semua:

  • Dalam diri Yesus Kristus semua keburukan/ batasan/tembok pemisah telah dihancurkan. Semua yang ada di dalam Kristus  adalah satu.
  • Bukan gelar, jenis kelamin, atau perbuatan besar kita yang menjadikan kita khusus di mata Allah, tetapi karena kita adalah makhluk yang dikasihi-Nya yang tercakup juga di dalam rencana-Nya.

Gal 3:28 – “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus”.

Silsilah Yesus, Sang Mesias, merupakan silsilah kita karena dengan pembaptisan, kita menjadi saudara-saudari Yesus. Dan mereka mengingatkan kita bahwa setiap orang mempunyai peranan sebagai anak Allah di dunia.

Jadi jelaslah bahwa hidup kita bukan ditentukan bagaimana silsilah kita, melainkan di tangan Allah, kita semua berharga dan amat berharga. Tuhan memberkati. (IP)