Penolong Yang Kupercaya

Renungan Rabu 7 Desember 2016

Bacaan: Yes. 40:25-31; Mzm. 103:1-2,3-4,8,10; Mat. 11:28-30

PENOLONG YANG KUPERCAYA

Benarkah, “Hidupku tersembunyi dari Tuhan, dan hakku tidak diperhatikan Allah?” (Yes 40 : 27)

Mungkin kita semua pernah mengalami saat-saat di mana berseru kepada Tuhan, “Tuhan, kenapa semua tidak beres? Kenapa keputusan-keputusanku kurang tepat? Mengapa orang-orang tidak paham dan salah mengerti aku? Mengapa rencanaku tidak diterima, padahal ini untuk pelayanan?”

Kita menganggap Tuhan tidak membimbing, tidak peduli, bahkan memalingkan wajah dari kita seperti lawan-lawan kita. Kita kurang percaya bahwa Tuhan sedang berjalan bersama kita, lebih tepatnya “tidak merasa” Tuhan peduli.

Sangat diperlukan hati yang benar-benar ‘tuned-in’ atau sekanal (channel) dengan Tuhan, agar kita bisa merasakan bimbingan Tuhan.

Dalam pelayanan pun, saat kita dihalangi, tidak jarang kita bereaksi dengan: “Orang itu mau menjatuhkanku”. Lalu otak kita mulai merancang trik atau strategi untuk menghadapi hal itu dan mencapai tujuan kita.

Kalau kita selalu membangun relasi dengan Tuhan dan peka akan jalan-jalan-Nya, kita tidak akan tergesa-gesa berpikiran negatif dan ambil kuda-kuda untuk ‘menyerang balik”. Kita akan menoleh kepada Penasehat Ajaib kita, mengadukan kepada-Nya masalah dan perasaan kita, lalu mencoba membayangkan apa nasehat yang akan diberikan-Nya pada situasi seperti itu.

Kita akan bereaksi lebih tenang bila kita biasa berbincang-bincang dengan Tuhan. Bayangkan suatu percakapan seperti ini dengan Tuhan, “Tuhan, ketidak-percayaannya kepadaku menyakitkan. Tetapi Yesus juga mengalami maksud baik-Nya disalah  artikan orang ya? Mungkin aku harus mencoba mengerti bahwa rencanaku ini membuat rancangan orang itu terhambat sehingga dia marah. Sepertinya aku harus tenang dulu. Kalau rencanakulah yang sesuai dengan rencana-Mu, pasti Engkau akan bertindak.”

Iman yang teguh akan terjadinya rencana Tuhan, kepercayaan bahwa Tuhan lebih tahu apa yang terbaik dalam rencana-rencana manusia, akan membuat kita tenang, tidak cepat tersulut emosi, sabar menantikan bimbingan Tuhan lebih lanjut dalam setiap persoalan, sampai suatu saat nanti akan lebih jelas terlihat ke arah mana Tuhan memimpin langkah kita.

Bila akhirnya ternyata rencana pihak lainlah yang lebih baik, kita tetap dapat menerima dengan baik, karena kita tidak membuka konflik pada awalnya. Kedamaian akan tetap terjaga.

Yesus mengatakan, “Kuk yang Kupasang itu enak.” Saat kita menjalani segala sesuatu dengan cara-Nya, menanti pertolongan atau jawaban-Nya, maka semua akan terasa ringan. Terhindarlah kita dari stress-stress yang tidak perlu.

Mulai sekarang, percayakan semua persoalanmu ke dalam tangan penyelenggaraan-Nya yang kudus, yakinlah cara-Nya selalu akan memberikan hasil yang terbaik bagi semua pihak. Carilah bimbingan-Nya di setiap peristiwa hidupmu, tujukan mata dan telinga batinmu untuk mengenali jalan-Nya dan mendengar nasihat-Nya.

Tuhan memberkati.

HCLK