Penantian Yang Berkenan

Renungan Senin, 19 Desember 2016

Bacaan: Hak. 13:2-7,24-25a; Mzm. 71:3-4a,5-6ab,16-17; Luk. 1:5-25

Penantian Yang Berkenan

Minggu-minggu ini bagi umat Katolik adalah masa-masa Adven, yang artinya kedatangan. Dan secara luar biasa gereja Katolik membantu umatnya untuk selalu mempersiapkan kedatangan Tuhan Yesus di akhir zaman. Banyak hal dilakukan dalam penantian ini, namun dari kedua bacaan hari ini kita bisa belajar, bagaimana Tuhan sendiri menginginkan agar kita memiliki kesungguhan dalam sebuah penantian sehingga penantian kita menjadi penantian yang berkenan di hadapan Allah.

Bacaan pertama mengenai penantian istri Manoah akan datangnya seorang anak dari rahimnya. Penantian itu sendiri akhirnya membuahkan hasil ketika seorang malaikat Allah menampakkan dan memberitahukan bahwa ia akan mengandung dan melahirkan anak laki-laki. Pelajaran dari bacaan pertama ini adalah bahwa Allah benar-benar menginginkan istri Manoah menjaga kelakuannya, menjaga apa yang ia makan dan minum untuk menghargai apa yang Allah berikan kepadanya.

Bacaan kedua juga bercerita tentang penantian, Zakaria yang menantikan seorang anak juga mendapatkan perkenanan Tuhan ketika malaikat Allah memberitahukan bahwa doanya telah dikabulkan. Dari sini ada pelajaran yang bisa kita petik, bahwa dalam sebuah penantian, doa itu sangatlah penting. Sebuah penantian akan menjadi penantian yang benar-benar serius bila dalam penantian itu kita selalu berdoa dan hidup benar.

Dari kedua bacaan ini, kita bisa merenungkan bahwa kalau istri Manoah menantikan seorang anak, maka apa yang sedang kita nantikan di masa Adven ini? Kalau Allah berpesan begitu rupa kepada istri Manoah, apakah kita sudah melakukan hal yang sama?

Bagaimana dengan doa-doa kita? Apakah kita terus berdoa seperti Zakaria dalam masa penantian ini?

FS