Nyanyian Pujian Maria

Renungan Kamis 22 Desember 2016

Bacaan: 1Sam. 1:24-28; MT 1Sam. 2:1,4-5,6-7,8abcd; Luk. 1:46-56

Nyanyian Pujian Maria

Lalu kata Maria : “ Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah Juru Selamatku.

Saya mengenal Karismatik Katolik sejak tahun 1996 saat mengikuti Camping Mahasiswa di Tumpang, Malang. Sejak saat itu saya memutuskan menjadi Katolik dan dibaptis. Bahagia dan lega sekali karena pergumulan untuk memilih agama sudah berakhir. Sebelumnya saya ragu karena Katolik ”tampaknya” sangat membosankan dan mudah terjebak dengan ritual yang ribet. Tentu saja “penampakan” itu salah. Sampai sekarang saya menikmati kekatolikan saya bahkan sangat bersyukur berada dalam keluarga besar Katolik yang meski beragam “citarasanya” tapi tetap satu. Saya pun semakin menyadari dan mengalami perbuatan-perbuatan-Nya yang amat besar dalam hidup saya.

Tiba-tiba saya tersenyum karena teringat gosip saat masih kuliah dulu, bahwa gereja Katolik tidak ada Roh Kudusnya, tidak ada sukacitanya!

Hati saya bergumam, “Ehmm siapa bilang, justru Bapa surgawi memilih Bunda gerejaku sebagai orang pertama yang diurapi Roh Kudus dan mengandung Juru Selamat dunia, sehingga sepanjang hidupnya memuliakan Tuhan dan hatinya bergembira. Luar biasa kan!!!”

Pertanyaannya, apakah kita selalu memuliakan Tuhan dengan hati yang selalu bergembira atau bersukacita? Jika jawabannya jarang, maka mungkin kita kadang lupa menyertakan Roh Kudus dalam setiap peristiwa kehidupan kita. (LO)