Ketaatan

Renungan Jumat 16 Desember 2016

Bacaan: Yes. 56:1-3a,6-8; Mzm. 67:2-3,5,7-8; Yoh. 5:33-36

“Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan”. Begitu sering kita mendengar kata-kata itu, dan sering kali pula kita juga tergerak untuk melakukannya. Tetapi di saat kita melakukan begitu banyak hambatan-hambatan yang menghalangi, terutama dari orang-orang di sekitar kita. Sesungguhnya hukum dibuat agar segala sesuatu bisa berjalan baik bila hukum itu ditaati. Namun tidak semua orang bisa taat pada hukum, bahkan lebih cenderung untuk melawan hukum. Pernah suatu ketika saya mengendarai sepeda motor dan lampu lalu lintas sudah menyala lampu kuning dan saya berhenti, tapi saya dibel mobil yang ada di belakang saya dan menyuruh saya jalan. Tetapi saya tetap berhenti dan melihat dari kaca spion pengendara mobil di belakang saya marah, mungkin mereka tergesa-gesa, dan benar saja, saat lampu hijau menyala mobil tersebut dengan cepat mendahului saya. Sambil membuka jendela pengendara tersebut berteriak, “Kalau belum berani jangan jalan di jalan raya!”, terpaksa. Saya acuh saja karena bagi saya menaati hukum lebih utama dari pada melanggarnya. Di saat kita mau menjadi pelaku hukum yang taat, di situ kita ditantang untuk menjadi seteru bagi orang-orang yang biasa melanggar hukum.

Doa: Allah Roh Kudus terus pegang tanganku untuk aku senantiasa menjadi pelaku hukum-Mu yang taat. (HFS)