Hadiah Natal Untukmu

Renungan Minggu 25 Desember 2016

Bacaan: Yes. 52:7-10; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4,5-6; Ibr. 1:1-6; Yoh. 1:1-18

HADIAH NATAL UNTUKMU

Akhir-akhir ini bertubi-tubi menghampiri kita berbagai macam kabar. Kemajuan teknologi komunikasi telah membuka lebar gerbang yang memudahkan penerimaan semua kabar baik maupun kabar buruk , termasuk kabar “tak ada yang di-ada-kan”. Berbagai macam dampak dan akibat pun terjadi. Ada yang berbuah baik, penerima kabar dibantu berpengetahuan luas, diteguhkan, dilegakan, digembirakan, bahkan yang sedang galau dibuat jadi berkemilau karena bisa tertawa lepas. Di sisi lain, banyak pula kabar yang berdampak kekacauan, menggoncangkan iman, menebar ketakutan, mengakibatkan kemarahan, malah ada yang dijadikan kuda tunggangan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Mengapa di Hari Natal ini kita berbicara tentang “kabar”?

Nabi Yesaya mengungkapkan kepada Yerusalem tentang suatu kabar baik yang dirindukan oleh Bangsa Israel: pembebasan dan damai.

Kabar itu bukan sekedar janji, melainkan digenapi oleh kelahiran Yesus Kristus, Sang Juruselamat.

Kabar baik itu mengandung suatu pengharapan, pemulihan, pembebasan, penebusan, penyelamatan, sukacita, hidup yang berkelimpahan.

Semua itu tergenapi di dalam Yesus Kristus, Anak Allah dan Raja.

Bulan Desember 2015, saya menerima sebuah kabar baik. Akan ada kehidupan baru yang dianugerahkan Tuhan ke tengah keluarga.

Pada saat itu, belum ada bukti nyata yang dapat diraba panca indera manusia, namun ada suatu pengharapan, sukacita, rasa damai yang menggelora. Bukan semata karena akan hadirnya seorang anggota keluarga baru, melainkan lebih daripada itu, kehadiran Allah Sang Pemberi hidup yang membuat saya berani yakin bahwa kabar itu akan menjadi kenyataan pada suatu hari.

Kita adalah umat yang telah menerima dan mengalami pemenuhan Kabar Baik, Sabda telah menjadi manusia, dan terjadi keselamatan. Pastilah sukacita dan kebahagiaan melebihi apa yang saya alami pada akhir 2015 itu.

Karena itu, marilah memohon pertolongan Tuhan agar :

  • mampu mewujudkan apa yang tertulis dalam Yesaya 52:7

Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: “Allahmu itu Raja!”

  • mampu menjadi seperti Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan melalui kesaksiannya.

Tanggung jawab sebagai pembawa Kabar Baik perlu diwujudkan dengan tindakan nyata yang sederhana: berhenti menjadi penyebar kabar buruk dan kabar kebohongan. Sebaliknya terus menerus menyiarkan kabar bahwa di dalam Tuhan Yesus Kristus ada pengharapan yang pasti terwujud bagi yang percaya.

Aku duduk berselonjor di depan sebuah pohon Natal, sambil merenung, aku iseng bertanya pada diri sendiri, hadiah Natal apa yang akan kuterima di tahun ini. 

Bisikan halus muncul dalam batinku, “Allah yang telah lahir di hatimu, itulah hadiah untukmu, bagikanlah kepada setiap sesamamu.”

“Selamat hari Natal 2016 – Damai di hati – damai di bumi”

-jn-