Fajar Yang Mendahului Matahari

Renungan Sabtu 24 Desember 2016

Bacaan: 1Mak. 4:36-37,52-59; MT 1Taw. 29:10,11abc,11d-a2a,12bcd; Luk. 19:45-48

SEBAGAI  FAJAR  YANG  MENDAHULUI  MATAHARI

Fajar adalah yang pertama mengusir kegelapan malam pekat. Sungguh tidak salah, bila dengan penerangan Roh Kudus, Gereja Katolik setiap pagi hari mendaraskan Kidung Zakharia dalam doa hariannya (Brevir), agar sukacita umat yang mendaraskan ini bisa menemukan sukacita seperti sukacitanya Zakharia. Sukacita karena anaknya (Yohanes) dipakai oleh Allah sebagai pembuka jalan pendahulu yang membawa Kabar Gembira untuk semua umat manusia. Sukacita karena ada penebusan dan pengampunan dosa. Sukacita karena ada kepastian akan keselamatan. Sukacita yang oleh rahmat dan belas kasih Allah menaungi semua umat manusia sebagai SURYA Cemerlang untuk bisa mengarahkan kaki kita ke jalan damai sejahtera. Bacalah berkali-kali untuk menghayati kidung Zakharia ini, agar bekal sukacita ini masuk di hati kita untuk bisa melangkah menghadapi hidup ini.

Sebagai seorang evangelizer, saya bersyukur dipakai Tuhan untuk membuka jalan sebagai fajar, sehingga orang bisa berani melangkah keluar dari kegelapan malam. Fajar sudah menerangi jalan untuk melangkahi kehidupan dengan sukacita. Dengan sukacita terus itulah pelan-pelan matahari terbit melewati cakrawala dan meninggi bersinar terang benderang. Orang akan menemukan matahari dengan sinarnya yang menyilaukan, tidak ada lagi kegelapan. Dengan terang-Nya, tidak ada sesuatu yang disembunyikan. Semua akan jelas, tidak ada keragu-raguan lagi, kebenaran dinyatakan, kejujuran dan kesetiaan dibuktikan. Orang akan lebih berani lagi menghadapi kehidupan ini, karena terang itulah sudah hadir ada di dalam hati setiap orang, DIA yang selalu menyertai kehidupan ini. TERANG itulah menuntun orang mengarungi kehidupan ini, suka maupun duka, jalan lurus atau pun jalan terjal, lembah atau pun jurang, orang akan tetap bisa bersukacita, karena DIA  EMANUEL, Tuhan menyertai kita, sehingga kita bisa menikmati hidup ini dengan damai sejahtera.

Besok kita seluruh umat manusia merayakan HARI NATAL, kelahiran SANG EMANUEL, SANG TERANG. Para malaikat dan bala tentara surga menyanyikan lagu pujian agung: KEMULIAAN BAGI ALLAH DI TEMPAT YANG MAHA TINGGI, DAN DAMAI SEJAHTERA DI BUMI DI ANTARA MANUSIA YANG BERKENAN KEPADA-NYA.

Sukacita Zakharia akan menjadi lebih besar, karena fajar, pelakunya anaknya sendiri (Yohanes). Model sukacita inilah yang perlu kita hayati sebagai keluarga Katolik. Pelayanan seorang anggota adalah pelayanan semua anggota. Keselamatan seorang anggota menjadi buah sukacita bersama. Dengan demikian kita dapat mengalami kehadiran Tuhan yang penuh cinta.

SELAMAT HARI NATAL 2016  

V. Dipojugo