Berharga di Mata Tuhan

Renungan Kamis 29 Desember 2016 

Bacaan: 1Yoh. 2:3-11; Mzm. 96:1-2a,2b-3,5b-6; Luk. 2:22-35

Berharga di Mata Tuhan

Saudara saudariku terkasih, akhir-akhir ini kita banyak mendengar berita yang tidak enak, bencana alam, situasi politik, ekonomi dan sebagainya. Banyak orang merasa takut, kuatir, tidak merasa damai sejahtera.

Bacaan pertama pada hari oktaf Natal ini mengingatkan kita bahwa kita harus selalu hidup dalam kasih, hidup sebagai anak-anak Allah dan kasih Allah sungguh sudah sempurna bagi kita semua. Kita adalah anak-anak Terang dan harus hidup mengikuti Sang Terang, yaitu Yesus Kristus. Kita harus menggemakan pujian dalam hati kita “Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak sorai” sehingga kita bisa mengalami kasih Bapa dan menjadi saluran kasih-Nya. 

Injil hari ini mencerahkan hati dan budi kita semua sebagai anak-anak Terang yang sangat berharga di mata Tuhan. Seperti bayi Yesus yang sangat berharga bagi Maria dan Yosep sebagai orang tua-Nya; mereka membawa bayi Yesus ke Bait Allah untuk disunatkan menurut adat Yahudi. Yesus diserahkan kepada Tuhan supaya Tuhan menguduskan-Nya dan menyertai Dia dalam perjalanan hidupnya. 

Demikian pula dengan kita semua, sebagai anak-anak Allah yngg sangat berharga, pasti Bapa kita menjaga, merawat, melindungi dan memberkati kita dalam hidup sehari-hari, dan sebagai anak-anak Terang, kita harus hidup menuruti perintah-perintah-Nya. Kita juga harus mengasihi dan menghormati orang tua kita di dunia, dan sebagai orang tua kita juga harus mengasihi anak-anak kita, seperti yang sudah diteladankan oleh Maria danYosef. 

Doa :
Terima kasih Bapa, karena Putra-Mu telah datang ke dunia untuk membawa damai. Curahkanlah Roh Kudus agar kami mampu untuk berdamai dengan diri sendiri dan sesama yang kami jumpai. Jadikanlah kami pembawa damai di mana saja kami berada. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin. 

Tuhan Yesus memberkati kita semua.
MGND