Berharga di Hadapan Tuhan

Renungan Jumat 23 Desember 2016

Bacaan: Mal. 3:1-4; 4:5-6; Mzm. 25:4bc-5ab,8-9,10,14; Luk. 1:57-66

BERHARGA DI HADAPAN TUHAN

Lukas 1:66
Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

Setiap pasangan suami istri yang menikah pasti menginginkan hadirnya seorang anak dalam keluarga kecil yang sedang mereka bangun. Kehadiran seorang anak seolah adalah berkat terbesar, bahkan lebih besar dari berkat karena menang tender atau mendapat kenaikan gaji atau memenangkan lotere dan sebagainya. Namun kadangkala, ada saja pasangan suami istri yang menolak hadirnya seorang anak, bahkan nekat hendak menggugurkan janin dalam kandungannya dengan segala macam alasan dan ketakutan mereka. Belum siap, keadaan ekonomi masih belum cukup, dan lain-lain.

Injil hari ini menceritakan kelahiran Yohanes Pembaptis. Ibunya, Elisabet, yang dikatakan mandul, akhirnya bisa melahirkan seorang anak dan ini adalah berkat terbesar dalam kehidupan keluarga Elisabet dan Zakharia. Selain lahirnya Yohanes menghapus aib keluarga mereka, juga karena Yohanes sudah dinubuatkan akan menjadi saluran rahmat Allah bagi umat manusia.

Mungkin kita tidak pernah dinubuatkan seperti Yohanes Pembaptis, namun percayalah bahwa setiap kita dipilih untuk melaksanakan satu tugas khusus yang tidak bisa digantikan oleh manusia mana pun di dunia ini. Dan meski mungkin ada beberapa dari antara kita yang dulu tidak diinginkan kehadirannya dalam keluarga kita, atau bahkan pernah dicoba untuk digugurkan, tetaplah yakin bahwa kita telah dipersiapkan Tuhan untuk menjadi saluran berkat-Nya bagi keluarga kita dan bagi orang-orang di sekitar kita. Ampuni segala masa lalu yang negatif yang terjadi dalam hidup kita sehingga saluran berkat-Nya akan selalu terbuka untuk hidup kita. Ingatlah bahwa hidup kita sangatlah berharga di hadapan-Nya.

Doa : Tuhan, ajar aku untuk mengucap syukur dalam segala hal. Beri aku kekuatan untuk memaafkan masa laluku yang negatif dan tidak menyenangkan. Aku yakin bahwa diriku selalu berharga di hadapan-Mu. Amin.

LCEST