You Will Never be Forgotten

YOU WILL NEVER BE FORGOTTEN

Renungan Rabu 2 November 2016

Bacaan: 2Mak. 12:43-46; Mzm. 130:1-2,3-4,5-6a,6-7,8; 1Kor. 15:12-34; Yoh. 6:37-40.

“… supaya setiap orang yang melihat Anak dan yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman”

Pada hari ini seluruh Gereja Katolik merayakan Peringatan Arwah semua orang beriman. Kita sebagai orang beriman percaya bahwa ada persekutuan para kudus dan kehidupan kekal. Rhema ayat tersebut di atas mengajarkan kepada kita bahwa Bapa melalui putra-Nya Yesus menghendaki agar semua orang selamat dan akan dibangkitkan pada akhir zaman.

Sepanjang bulan November ini, Gereja mengajak kita berdoa memohon kedamaian abadi dan kerahiman Allah untuk semua keluarga, teman, kerabat, dan kenalan kita yang telah meninggal dunia. Karena kita percaya bahwa  di dalam Yesus Kristus ada keselamatan kekal. Bagi orang beriman, kematian merupakan puncak kehidupan. Hidup kita yang fana ini tidak dilenyapkan tetapi diubah menjadi baru, artinya Allah Bapa di surga menyediakan tempat buat kita. Tuhan Yesus Kristus adalah kebangkitan dan hidup. Untuk itu kita harus mendoakan saudara-saudari kita yang telah meninggal dunia, kita mohon agar mereka disucikan dari segala dosa, dibebaskan dari segala hambatan supaya memperoleh kebahagiaan abadi di Surga.

St. Alfonsus Maria de Liguori memberi tiga jalan untuk menghadapi kematian yang dianggapnya indah, yaitu:

  1. Kita harus membenci dosa dan mencintai Allah dengan segenap hati. Tidaklah cukup hanya dengan menerima sakramen-sakramen pada saat ajal. Jadi kita harus selalu berjaga-jaga.
  2. Setiap kali ada kesempatan, hendaknya kita periksa batin di hadapan Tuhan.  Kita juga memiliki kesempatan untuk mengikuti perayaan ekaristi dan mengakui dosa-dosa kita. Kita juga diharapkan untuk rajin membaca Kitab Suci dan berdevosi kepada Bunda Maria dan para kudus.
  3. Hendaknya kita menghindari diri dari cinta duniawi. Prinsip yang baik adalah menganggap bahwa setiap hari adalah hari terakhir dalam hidup. Oleh karena itu kita harus melakukan kehendak Tuhan dan senantiasa berdoa dan bertobat.

Ada pepatah orang tua yang mengatakan “hiduplah baik hari ini, seperti kamu akan mati besok pagi”. Hendaknya kita mengisi hari-hari dengan amal kebaikan, rendah hati, melayani sesama dengan penuh kasih, berdoa dan beribadah serta melakukan kehendak Bapa. Kebaikan-kebaikan itulah yang harus kita lakukan setiap hari.

Dengan kata lain, bahwa kita yang hidup di dunia ini harus selalu berjaga-jaga. Kematian tidak pernah bisa diperkirakan datangnya. Bahkan orang yang sudah sakit kritis pun, tidak bisa kita tebak kapan Tuhan memanggilnya untuk kembali ke rumah Bapa. Begitu juga sebaliknya dengan orang yang kelihatannya sehat secara fisik, kita juga tidak tahu kapan Tuhan menghendaki dia pulang ke pangkuan Bapa.

Pertanyaannya adalah, apakah kita harus menunggu sampai detik terakhir baru kita bertobat? Kalau kematian sudah terjadi , semuanya sudah terlambat. Arwah tidak bisa meminta ampun sendiri kepada Allah. Maka menjadi kewajiban kita yang masih hidup ini untuk mendoakan mereka, memohon pengampunan atas dosa-dosa mereka.

Jika seseorang meninggal dan kita mohon intensi Misa bagi kedamaian abadi jiwanya, hal ini akan sangat membantu dan lebih bermanfaat daripada sekedar kartu ucapan turut berduka cita atau karangan bunga sekalipun.

Yang terpenting adalah kita harus mengenang mereka yang telah meninggal dunia dan mendoakan mereka agar mendapat keselamatan dan kedaimaian abadi di Surga. Dan yang terpenting lagi ialah kita mendoakan mereka tanpa henti, karena kita tidak pernah tahu kapan seseorang boleh meninggalkan api penyucian dan masuk ke dalam kerajaan Surga sehingga mereka dapat beristirahat dalam damai. (RIP : Requescat In Pace)

Doa :

Allah Bapa di surga, sudilah kiranya Engkau mengampuni dosa dan kesalahan saudara-saudari kami yang telah meninggal dunia. Berikanlah mereka istirahat kekal dan kedamaian abadi di Surga. Amin.

Berkat dan kasih Tuhan Yesus senantiasa menyertai kita semua. (VRE)

Image result for all souls day