Yesus Berbahagia dan Bersyukur

Renungan Selasa 29 November 2016
 
 

Yesus Berbahagia dan Bersyukur kepada Bapa

Tuhan Yesus bergembira dan mengucap syukur kepada Bapa, karena Allah menyerahkan kepada-Nya orang-orang kecil untuk mengerti rahasia kedatangan-Nya.

Kerajaan Allah tersembunyi bagi orang-orang bijak dan pandai tetapi Allah menyatakan pada orang kecil. Para murid layak bersyukur boleh melihat Yesus yang sungguh dirindukan oleh begitu banyak orang.

Sahabat-sahabatku ada sebuah kisah nyata yang pernah terjadi di sebuah panti jompo Kristen, yang dialami oleh seorang pembantu panti tersebut yang biasa dipanggil Mbok Jem. Mbok Jem terlahir dari keluarga miskin dan tidak pernah mengenyam pendidikan di sekolah, jadi dia buta huruf.

Sudah puluhan tahun Mbok Jem berkerja di panti tersebut. Karena tinggal di lingkungan umat Kristiani otomatis Mbok Jem pun mengimani Yesus.
Mbok Jem tidak bisa membaca, tapi melihat umat Kristiani yang selalu membaca dan membawa Alkitab setiap kali ke gereja, timbul keinginan Mbok Jem membeli Alkitab walaupun dia tidak bisa membaca. Alkitab tersebut selalu dibawa setiap kali ke gereja.Pada suatu hari di saat bekerja di dapur, tiba-tiba Mbok Jem jatuh pingsan. Ketika diperiksa oleh dokter panti, ternyata Mbok Jem dinyatakan meninggal dunia. Seisi panti ribut, membicarakan Mbok Jem yang meninggal secara mendadak. Karena Mbok Jem sudah tidak memiliki keluarga, jenazahnya dirawat oleh warga panti
jompo tersebut. Ketika jenazah disemanyamkan di suatu ruangan panti tiba-tiba Mbok Jem yang sudah meninggal itu hidup kembali, membuat kaget seisi panti.

Dan anehnya lagi setelah mengalami mati suri, ternyata Mbok Jem jadi pintar baca Alkitab dan bisa menafsirkan ayat-ayat yang ada di Alkitab, dia juga bisa menulis, sehingga oleh kepala panti Mbok Jem diberi tugas memberi pelajaran iman Kristiani kepada calon baptis.

Perubahan yang terjadi pada Mbok Jem membuat orang-orang di sekitar Mbok Jem merasa heran. Akhirnya mereka bertanya kepada Mbok Jem, apa yang terjadi sebenarnya atas dirinya, mengapa setelah mati suri dia bisa merasul.

Mbok Jem menceritakan apa yang dialami pada mereka, bahwa ketika ia jatuh di dapur dia merasakan nyawanya keluar dari tubuhnya, nyawa itu terus melayang seperti kapas, bisa menembus dinding, menembus plafon dan terus naik ke atas, akhirnya dia tiba di sebuah rumah yang luar biasa bagusnya, pagarnya terbuat dari emas, hamparan rumput di bawah pagar seperti perak yang berkilau-kilau, dan dinding rumah dan pintu bertaburan berlian sehingga bercahaya seperti matahari.

Ketika Mbok Jem tiba di luar pagar, seorang berjubah putih menyambut Mbok Jem dan mengajak dia duduk di hamparan rumput yang seperti perak itu, di situlah orang berjubah putih itu mengajari dia membaca dan menulis. Setelah selesai Mbok Jem diantar ke luar pagar dan orang berjubah putih itu berkata, “Pergilah dan wartakanlah Injil”. Saat itulah Mbok Jem terbangun dari mati surinya.

Sahabat-sahabatku tepatlah kalau Tuhan Yesus berbahagia dan bersyukur pada Allah, karena Kerajaan Allah benar-benar dinyatakan kepada orang-orang kecil, kepada Mbok Jem, seorang pembantu yang sederhana.Marilah kita senatiasa berlaku rendah hati, agar Sabda Tuhan dapat membaharui cara pandang hidup kita dengan hati Yesus, sehingga kita mampu melihat kemuliaan Allah. Amin. (MFK)