Tuhan Kota Bentengku

Renungan Minggu 13 November 2016

Hari Minggu Biasa XXXIII

Bacaan: Mal. 4:1-2a; Mzm. 98:5-6,7-8,9a,9bc; 2Tes. 3:7-12; Luk. 21:5-19

Jehova Metsudhathi
Tuhan Kota Bentengku

Shalom Saudara-Saudari Terkasih,

Akhir-akhir ini kita banyak mendengar berita yang sangat tidak enak. Ada demo, isu SARA, banjir, gempa bumi, dst. Seringkali kita merasa takut dalam menghadapi kenyataan hidup sehari-hari. Padahal sebagai murid Yesus, sebagai anak Allah, kita seharusnya tidak boleh takut karena Tuhan selalu menjaga dan melindungi kita. Tuhan adalah Kota  Bentengku. Kita harus takut akan Tuhan agar merasakan surya kebenaran.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengingatkan kita agar kita tidak mengikuti yang sesat. Sebagai murid Kristus kita harus menyadari apa artinya menjadi seorang kristen yang akan menghadapi banyak tantangan, kesulitan, penganiayaan, dibenci, ditertawakan bahkan dibunuh. Janganlah takut, jika kita sudah mengalami ujian-ujian tersebut, kita pasti dapat bertahan, seperti Yesus yang bertahan di atas kayu salib.

Kita harus ikut memikul salib. Kita harus mewartakan Injil ke mana saja kita diutus, kita wartakan kasih Tuhan untuk menyelamatkan banyak jiwa, karena saat ini banyak ajaran sesat yang menarik hati banyak orang. Kita harus bertekun dan bertahan. Kita harus menjadi saksi Kristus meskipun banyak tantangan dan penderitaan dan yakin bahwa Tuhan Yesus selalu menyertai kita semua.

Sharing:
Saya menerima prophetic letter, surat kasih buat saya tersebut singkat, namun sarat makna, “Jehova Metsudhati, Tuhan Kota Bentengku”. Saya renungkan artinya dan saya bersyukur boleh mengalami banyak hal tidak enak, tetapi karena Tuhan yang menjadi kota benteng saya, maka saya bisa bertahan.

Doa :
Terima kasih Tuhan Yesus, hanya Engkaulah Kota Benteng kami sehingga kami tidak akan goyah selamanya, luputkanlah kami dari para penyesat atau ajaran asing yang tidak sesuai dengan iman kami, agar kami taat dan setia hanya kepadaMu. Terima kasih Tuhan Yesus.

Tuhan memberkati kita semua sekarang dan selama lamanya. Amin. (MGND)

Image result for fort