Raja di Hidupku

Renungan Jumat 25 November 2016

Bacaan: Why. 20:1-4,11-21:2; Mzm. 84:3,4,5-6a,8a; Luk. 21:29-33

Ketika melihat lampu kuning menyala pada lampu lalu lintas, kita tahu dengan pasti bahwa tidak lama lagi akan berganti menjadi merah, hal ini bukan lagi ramalan atau tebakan tapi suatu kepastian, seperti kata-kata Tuhan Yesus, ”… kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat.” (ayat 30). 

Ketika membaca bagian ini, pikiran saya dibawa pada ayat-ayat sebelumnya, Tuhan mengatakan kalau ada hal-hal (tertentu) yang terjadi maka akan diikuti oleh datangnya Kerajaan Allah. Hal-hal itu adalah Bait Allah yang dikagumi oleh para murid akan diruntuhkan sampai benar-benar rata dengan tanah, kuasa langit akan goncang dan seterusnya.

Ketika sesuatu yang saya kagumi dan bangga-banggakan runtuh sampai tidak berbekas, ketika kuasa atau kekuatan-kekuatan yang saya andalkan dalam menjalani hidup ini menjadi goncang dan tidak dapat lagi saya jadikan pegangan, Firman Tuhan mengatakan Kerajaan Allah sudah dekat, berarti waktunya saya menyerahkan hidup sepenuhnya agar Tuhan menjadi raja dalam hidup saya. “Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.” (ayat 31). 

Kesombongan bahwa saya tidak akan menerima bantuan orang lain dan keyakinan bahwa uang dapat menyelesaikan segala masalah benar-benar dirobohkan dalam pertobatan saya. Begitu banyak bantuan dari saudara dan teman harus saya terima (materi dan tenaga) demi kesembuhan istri, dan juga saat itu saya benar-benar menyadari uang tidak dapat menyembuhkan penyakit dan juga ternyata Tuhan bisa sediakan dengan cara yang tidak pernah saya pikirkan.

Doa: Tuhan Yesus, terimakasih kalau Engkau mengingatkan bahwa ketika aku mengalami hal-hal yang buruk bahkan terlihat kacau dan tidak terkendali dalam hidupku, di sana Engkau ada dan menawarkan Kerajaan-Mu. Berikan selalu kesadaran dan kekuatan ya Roh Kudus agar aku selalu menjadikan Yesus sebagai raja di hidupku.

FH