Persekutuan Para Kudus

Renungan Selasa 1 November 2016 

Bacaan: Why. 7:2-4,9-14; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; 1Yoh. 3:1-3; Mat. 5:1-12a.

Pada hari ini Gereja mengajak kita merayakan semua orang kudus, baik yang digelarkan (Santo dan Santa) ataupun yang tidak/ belum digelarkan.

Melalui perayaan para kudus pada 1 November ini dan peringatan arwah orang beriman pada 2 November besok, Gereja mengajak kita untuk menyadari bagian dari iman kita “Aku percaya akan persekutuan para kudus”.

Sungguh suatu rahmat yang besar, kita yang dipanggil menjadi anak-anak Allah (1 Yoh 3:1-3) hidup dalam persaudaraan, baik kita yang masih berziarah di bumi ini (Gereja yang berjuang/ berziarah), para kudus di Surga (Gereja yang jaya) dan jiwa-jiwa di api penyucian (Gereja yang menderita).

Katekismus Gereja Katolik no. 959… dalam keluarga Allah yang tunggal. “Kita ini semua anak-anak Allah, dan merupakan satu keluarga dalam Kristus. Sementara kita saling mencintai dan serentak memuji Tritunggal Mahakudus, dan dengan demikian berhubungan seorang dengan yang lain, kita memenuhi panggilan Gereja yang terdalam…” (LG 51).

Katekismus Gereja Katolik no. 957 : Persekutuan dengan para orang kudus

“Kita merayakan kenangan para penghuni surga, bukan hanya karena teladan mereka. Melainkan lebih supaya persatuan segenap Gereja dalam Roh diteguhkan dengan mengamalkan cintakasih persaudaraan. Sebab sebagai persekutuan Kristiani antara para musafir mengantarkan kita untuk mendekati Kristus, begitu pula keikutsertaan dengan para kudus menghubungkan kita dengan Kristus, yang bagaikan Sumber dan Kepala mengalirkan rahmat dan kehidupan umat Allah sendiri” (LG 50).

“Kita menyembah Kristus karena Ia adalah Putera Allah. Tetapi para saksi iman, kita kasihi sebagai murid dan peniru Tuhan, dan karena penyerahan diri yang tidak ada tandingannya kepada Raja dan Guru mereka. Semoga kita juga menjadi teman dan sesama murid mereka” (Polikarpus, mart.17)

Oleh karena kita hidup dalam persaudaraan ini (persekutuan para kudus), maka menjadi suatu penghiburan yang besar, sekaligus menjadi kekuatan dan harapan bagi kita, bahwa di tengah-tengah peziarahan kita di dunia ini untuk menuju tanah air Surgawi, KITA TIDAK PERNAH SENDIRIAN… kita mempunyai saudara-saudari yang telah jaya di Surga yang turut mendukung kita dengan doa-doa Syafaat mereka.

Katekismus Gereja Katolik no. 956 : Doa Syafaat Para Kudus

“Sebab karena para penghuni surga bersatu lebih erat dengan Kristus, mereka lebih meneguhkan seluruh Gereja dalam kesuciannya; mereka menambah keagungan ibadat kepada Allah, yang dilaksanakan oleh Gereja di dunia; dan dengan pelbagai cara mereka membawa sumbangan bagi penyempurnaan pembangunannya. Sebab mereka, yang telah ditampung di tanah air dan menetap pada Tuhan, karena Dia, bersama Dia, dan dalam Dia, tidak pernah berhenti menjadi pengantara kita di hadirat Bapa, sambil mempersembahkan pahala-pahala, yang telah mereka peroleh di dunia, melalui Pengantara tunggal antara Allah dan manusia yakni: Kristus Yesus. Demikianlah kelemahan kita amat banyak dibantu oleh perhatian mereka sebagai saudara” (LG 49).

“Jangan menangis, sesudah saya mati saya akan lebih berguna bagi kamu dan akan menyokong kamu secara lebih baik daripada selama saya hidup” (Dominikus, dalam sakratul maut kepada sama saudara seserikat) Bdk. Jordan dari Sachsen, lib. 93..

“Saya akan mengisi kehidupan saya di surga dengan melakukan yang baik di dunia” (Teresia dari Anak Yesus, verba).

Mereka, para kudus ini adalah saudara-saudari kita, sebagaimana dalam hidup mereka, mereka sudah berusaha dengan bantuan rahmat Allah, untuk mengenal dan mengasihi Allah serta mengasihi sesama, demikian juga kerinduan mereka hanya satu, yaitu menghantar sebanyak-banyaknya jiwa untuk mengalami kerahiman dan keselamatan Allah.

Perayaan ini juga memberikan pengharapan bagi kita, agar sesudah menyelesaikan pertandingan di dunia ini, kita dapat bersama para kudus di Surga menerima mahkota abadi di Surga : “Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi” (1 Tim 6:12). Para Kudus di surga, doakanlah kami. Amin.

images