No Worries

Renungan Jumat 11 November 2016

Bacaan: 2Yoh. 4-9; Mzm. 119:1,2,10,11,17,18; Luk. 17:26-37

Sabda hari ini mengajak kita umat Kristiani semua untuk mawas diri dengan bercermin pada sabda-Nya: “Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.” (Luk 17:33)

Pada saat kehidupan saat ini telinga kita mendengar dan mata kita melihat hal positif tetapi begitu banyak hal negatif. Terjadinya kerusuhan, kekerasan, ancaman dalam kehidupan di sekitar kita, dengan adanya ISIS, teroris, demo-demo yang menakutkan saat ini, perampokan, pemerkosaan, pembunuhan, terjerumus dalam dunia narkoba, pelecehan seksual, penipuan, aliran-aliran sesat dan bergabung dengan berbagai kekerasan dan kejahatan.  

Kita pun banyak menerima berita-berita yang begitu cepat  melalui  WhatsApp atau media sosial dan sarana elektronik kita sehari-hari, TV dan berbagai bentuk pemberitaan lainnya. 

Maka banyak orang ketakutan dan kuatir berusaha menyelamatkan nyawa dirinya yang ketakutan dengan mencari kemapanan dan keamanan diri, lari dari kenyataan, “yang penting diriku selamat, mereka yang lain di luar urusanku diabaikan”. Tetapi juga ada yang tidak sadar telah menikmati dan bergabung  dalam kehidupan duniawi saat ini yang hanya membinasakan jiwa manusia.

Saat ini bagaikan pada zaman Nuh atau pun jaman Lot, banyak orang tidak menyadari bahwa dosa sudah menjadi kebiasaan kehidupannya. Mereka bertindak dan bekerja seperti biasanya, mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada akhirnya mereka semua binasa. Dalam firman dikatakan mereka binasa karena mereka hidup dengan kehendak masing masing dan tidak mengadakan pertobatan sedikit pun.

Tetapi kita umat Kristiani bukanlah orang di zaman Nuh atau pun Lot.

Yesus dengan keras mengingatkan kita semua agar setiap orang tidak sibuk dengan dirinya sendiri, kehadiran sang Mesias-lah yang seharusnya menjadi perhatian kita. Firman-Nya berkata: “Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.” (Luk 17:33)

Terjadi pemisahan yang satu dengan lainnya sepertinya akan terjadi. Mereka harus mengalami pemisahan karena mereka, “lebih menyukai kegelapan dari pada terang.” (Yoh 3: 9)

Kita tidak perlu ketakutan dan kuatir dengan kondisi dunia saat ini, Allah telah memberikan Roh-Nya pada kita, bukan roh ketakutan. Kita adalah orang-orang yang hidup dalam iman dan kasih kepada-Nya, sebagaimana dikatakan dalam surat kedua Yohanes dalam bacaan pertama. Karena Kristus telah memberi jaminan. Bila kita hidup dalam kasih-Nya, Dia tidak pernah meninggalkan kita. Maka baiklah kita nikmati semuanya itu, dengan  “Kasihilah Tuhan Allah dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu; dan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.” (Mat 22:37 & 39)

Kita juga diingatkan agar tetap setia, komit dan beriman dalam segala keadaan. Dikatakan: “Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah”, tegas St. Yohanes. Dia tidak selamat, dan dia yang akan ditinggalkan, dialah yang akan termasuk kawanan kambing yang berada di sebelah kiri.

Semuanya dapat terjadi di akhir jaman, bukan karena kehendak Tuhan Allah sendiri, melainkan kemauan banyak orang yang memang tidak mau mendengarkan sabda dan kehendak Dia yang sang Juru Selamat.

“Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak” (2 Yoh 1:9). Dengan demikian dia pasti siap sedia menyambut kedatangan Anak Manusia untuk kedua kalinya, karena memang sejak awal Allah ada dalam dirinya.

Kita diundang masuk dalam pertobatan diri. Bertobat berarti meninggalkan kebiasaan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Bertobat hanya untuk mendapatkan keselamatan.

“Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus  telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.” (2 Yoh 7)

“Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya.” (2 Yoh 8)

Maka kita umat Kristiani sangat membutuhkan Roh Kudus dan terus berdoa mohon  agar kita dapat teguh dan mampu melakukan pertobatan setiap saat dan hidup di dalam kasih. Memampukan kita makin setia mungkin dengan tindakan yang sederhana dan amat remeh, yang tidak banyak diperhitungkan orang dan sebagai umat Kristiani kita selalu siap mengabarkan dan membagikan Injil kepada siapapun dengan suka cita di mana pun kita berada.

Sebab bukankah kita cenderung melakukan pekerjaan yang sensasional dan mengundang perhatian banyak orang. Kita seringkali suka pamer dan pamrih.  

Kita diingatkan kembali dalam kehidupan kita sehari-hari, “Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.” (Luk 17:33)

“Inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya” (2Yoh 6).

“Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati.” (Mzm 119:1-2)

Jangan takut dan kuatir.

WY

Image result for no worries