Life After Death

Renungan Minggu 6 November 2016

Bacaan: 2Mak. 7:1-2,9-14; Mzm. 17:1,5-6,8b,15; 2Tes. 2:16-3:5; Luk. 20:27-38

SYARAT KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN

Salah satu anugerah yang terbesar bagi para murid Kristus adalah adanya kepastian bahwa ada kehidupan setelah kematian para murid ini, bila dalam hidup mereka menjalankan perintah Allah dengan sebaik-baiknya.

Bandingkan harganya.

Banyak iklan kosmetik dan perawatan wajah yang menawarkan agar seseorang kelihatan tetap awet muda, keriput wajah tidak kelihatan bahkan tidak jarang banyak orang melakukan operasi plastik yang harganya mahal agar tampak muda yang mencerminkan sebenarnya manusia ingin sekali mendapatkan kehidupan yang kekal, entah mereka menyadari atau tidak hal ini.

Injil hari ini dengan jelas memastikan bahwa kehidupan kekal itu ada, kehidupan seperti para malaikat, suatu kehidupan yang jauh berbeda ketika seseorang itu masih hidup di dunia. Luk 20:36 mengatakan demikian : “Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.”

Syarat kehidupan kekal

1. Hidup dalam hukum-hukum Tuhan (2 Mak 7:9). 
Bacaan pertama menceritakan dengan jelas, syarat kehidupan kekal itu yaitu hidup dalam hukum-hukum Tuhan dan mati demi hukum-hukum-Nya. Sadar bahwa seluruh anggota tubuh ini berasal dari Sorga, dari Allah, maka kita pun wajib menjaga kemurnian setiap anggota tubuh kita dengan melakukan segala sesuatu sesuai dengan perintah Allah. (2Mak 7:11)

2. Tetap mengarahkan hati kepada kasih Allah. 
Rasul Paulus dalam bacaan kedua memberikan saran yang bagus, agar kita terus mengarahkan hati kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus karena dari Kristuslah kita dapat menimba kekuatan Allah. Tidak mungkin kita manusia mampu melakukan terus-menerus langkah pertama (hidup dalam hukum-hukum Tuhan) tanpa kekuatan yang dari Allah. Dengan mengarahkan hati kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus inilah maka kekuatan, cinta dan teladan yang dari Kristus akan dapat kita lakukan juga.

3. Fokus pada hal-hal surgawi. 
Yesus pada bacaan ketiga mengatakan orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, ribut melulu masalah status, kawin tidak kawin dan kesenangan pribadi namun kelak kehidupan itu sama seperti malaikat-malaikat. Bahkan dengan jelas dikatakan “…dan menjadi anak-anak Allah” artinya bahwa kelak kita berkumpul dengan Allah, Sang Empunya kerajaan Sorga. Maka marilah meskipun kita masih di dunia, fokus kita bukan pada hal-hal duniawi, tetapi fokus kita adalah pada hal-hal surgawi karena kelak setelah kematian kita dibangkitkan dan menjadi anak-anak Allah.

Sadar akan segala kelemahan kita, maka ingat apa kata Paulus pada bacaan kedua, mari kita terus menerus mengarahkan hati kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus karena dari Kristuslah kita dapat menimba kekuatan.

Tuhan memberkati, Amin. (FS) 

walking-in-the-light