Home Sweet Home

Renungan Jumat 18 November 2016

Bacaan: Why. 10:8-11; Mzm. 119:14,24,72,103,111,131; Luk. 19:45-48

Sahabat-sahabat Kristus yang saya kasihi, dalam Injil hari ini kita membaca di ayat 45 bahwa Yesus masuk ke dalam bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ. Kata Yesus kepada mereka: “Ada tertulis rumah-Ku adalah rumah doa, tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” Bagi Yesus di mana dia mengajar adalah rumah untuk bertemu dengan Allah dan menikmati perjumpaan yang indah bersama Bapa dalam doa, karena itu rumah yang kudus ini harus dibersihkan dari segala sesuatu yang kotor dan jahat.

Dalam  hati kita masing-masing, Allah Roh Kudus berdiam dan bertahta, maka sudah selayaknya kita menjadikan rumah hati kita menjadi tempat yang layak bagi Allah Roh Kudus, di mana setiap saat kita dapat berkomunikasi dengan indah. Kita juga mau membersihkan rumah hati kita dari segala yang tidak berkenan bagi Allah dari kotoran-kotoran berupa perasaan takut, kuatir, benci, dendam, dll. Anda dan saya juga punya rumah pribadi di mana keluarga kita tinggal, bukan sekedar rumah tetapi seharusnya menjadi HOME, di mana kita dapat tinggal dengan aman, damai, saling mengasihi dan berkomunikasi dengan indah. Home Sweet Home di mana pun kita pergi dan semewah apapun tempat kita bermalam yang paling indah dan nyaman adalah My Home.

Doa:

Terima kasih Allah Roh Kudus, Engkau mau tinggal dalam rumah hatiku sebagai Tuhan penolong dan pembimbing hidup kami setiap saat. Engkau pula yang membantu kami untuk mewartakan kabar suka cita kepada orang-orang yang kami jumpai. Tolonglah kami agar kami senantiasa menjaga rumah-Mu ini untuk tetap bersih dari segala yang jahat dan yang tidak berkenan bagi-Mu. Sehingga hidup kami semakin berarti dan indah bagi Engkau dan sesama kami. Amin. (TMIST)

Image result for house of prayer