From Smart to Wise

Renungan Jumat 4 November 2016

Bacaan: Flp. 3:17-4:1; Mzm. 122:1-2,3-4a.4b-5; Luk. 16:1-8

Dalam perikop di atas, manusia digambarkan sebagai bendahara atas tuan yang amat kaya. Namun, kita sering kali menyalahgunakan kepercayaan tersebut dengan menghambur-hamburkannya. Kita tidak setia akan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan oleh tuan kita yang adalah Allah Bapa, sebagaimana dalam perumpamaan talenta.

Kita hanyalah pengelola dari  kekayaan dunia yang dipercayakan pada kita yang harus kita kembangkan sebagai alat untuk kemuliaan Tuhan. Karena pada prinsipnya, segala yang dititipkan itu bukan milik kita dan harus kita pertanggungjawabkan  pada waktunya karena kita tidak tahu kapan hari penghakiman tiba. Dan pada saat itulah, Tuhan sendiri yang akan mengatakan, “Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu.” (ayat 2)

Bendahara yang tidak jujur dipuji Tuhan bukan karena  tindakannya yang tidak jujur tetapi karena ia berlaku cerdik dalam mempersiapkan nasibnya di kemudian hari. Sebagai anak terang kita pun diajak untuk cerdik dalam mengelola harta rohani yang dipercayakan Tuhan bagi hidup kita saat ini dan  bagi kerajaan surgawi dan juga  sebagai evangelizer kita senantiasa  rindu membagikan sukacita dan kabar baik akan cinta kasih Allah yang membawa banyak orang untuk semakin dekat pada-Nya melalui hidup, karya dan pelayanan kita semua.

Melalui perikop ini kita diajak untuk hidup yang  tidak hanya cerdas tetapi juga harus bijaksana, agar hidup kita yang singkat ini tidak sia-sia, tapi sungguh bermanfaat bagi sesama dan bagi kemuliaan nama Tuhan. Tuhan memberkati.smart-to-wise

  1. Apakah aku menggunakan harta dunia dengan bijaksana?
  2. Sadarkah aku bahwa itu hanyalah titipan yang harus aku pertanggungjawabkan?

Doa:

Tuhan Allah kami, Engkau memuji kecerdikan manusia dalam bertindak tidak adil demi kenikmatan dunia. Ampunilah kami yang sering bertindak tidak sesuai dengan kehendak-Mu. Semoga kami mampu bersikap adil dan cerdik dalam memperjuangkan kebenaran untuk mewartakan kerajaan-Mu. Amin. (IP)