Bertahan Dalam Iman

Renungan Rabu 23 Nopember 2016

Bacaan: Why. 15:1-4; Mzm. 98:1,2-3ab,7-8,9; Luk. 21:12-1

Masalah, tantangan, konflik, ujian dan berbagai macam pergumulan merupakan bagian hidup manusia di muka bumi ini, bukan hanya orang-orang dunia yang mengalaminya, tapi umat Tuhan pun tak luput dari itu. Semua kenyataan tersebut tentu akan selalu ada dan mewarnai hari-hari manusia. Bagi orang dunia itu adalah hal yang menakutkan dan mengkuatirkan, tapi bagi kita adalah kesempatan untuk melihat dan mengalami mujizat Tuhan dinyatakan.

Seperti yang telah diperingatkan oleh Tuhan Yesus, keadaan tersebut memang sudah seharusnya terjadi. Bahkan bukan hanya peperangan, Tuhan Yesus juga mengatakan bahwa akan muncul banyak bencana alam, penyakit, wabah kelaparan, dan berbagai fenomena alam yang tidak lazim (Luk. 21:10-11). Sementara semua itu terjadi, kebencian serta penganiayaan terhadap umat Tuhan akan semakin memuncak (Luk. 21:12). Maka pertanyaannya, saat semuanya terjadi, apakah yang harus kita lakukan? Bila orang lain akan lari, merasa ketakutan, ataupun kehilangan harapan akan masa depannya, maka setiap orang percaya justru harus memaknainya secara berbeda. Yaitu sebagai kesempatan untuk kita menjadi Saksi bagi kemuliaan nama Tuhan (Luk. 21:13), sekaligus kesempatan untuk mengalami sendiri keajaiban campur tangan Tuhan dalam kehidupan kita (Luk. 21:14-15). 

Setiap orang percaya harus melakukan tugas dan panggilannya untuk bersaksi bagi Kristus. Kita diminta memperlihatkan iman kita bagi perluasan kerajaan-Nya. Konsekuensi menjadi murid Yesus adalah memikul salib menuju Kalvari, seperti yang dilakukan Yesus. Kita tidak perlu kuatir akan apa yang akan menerpa dalam tugas panggilan itu. Allah akan memelihara dengan jaminan penuh penyertaan-Nya dan bahkan sehelai rambut pun tidak akan hilang dari kepala kita (Luk. 21:18). Kasih Allah tidak akan terpisahkan dari anak-anak-Nya yang setia. Jaminan yang diberikan oleh Tuhan Yesus adalah jaminan rohani, bukan jaminan jasmani. Dalam arti, walapun berkorban nyawa, tetapi tidak akan pernah kehilangan jiwa, kita akan diselamatkan bagi kehidupan yang kekal.

Sahabat, supaya kita dapat bertahan di tengah pergumulan yang berat kita perlu tetap fokus pada janji Tuhan, Dalam menantikan Tuhan terkandung beberapa aspek yang harus dipenuhi, yaitu kesabaran, ketekunan dan penguasaan diri; dan kesemuanya itu tidak terlepas dari tindakan kita membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan.

Fokus pada janji Tuhan berarti memahami bahwa waktu Tuhan bukanlah waktu ‘saya’, sehingga kita tidak berubah sikap sampai Tuhan bertindak. Fokus pada janji Tuhan berarti kita ‘tinggal’ di dalam firman-Nya, artinya kita mengerjakan bagian kita yaitu hidup dalam kebenaran dengan melakukan firman-Nya setiap hari. Ketika kita sabar dan tekun menanti-nantikan Tuhan, iman kita sedang dilatih supaya kuat dan selalu diingatkan terus akan pesan Tuhan Yesus, siapa yang tetap bertahan, akan memperoleh hidup (yang kekal).
Tuhan Yesus memberkati
FHM