Berjaga-Jaga

Renungan Minggu 27 November 2016

Bacaan: Yes. 2:1-5; Mzm. 122:1-2,4-5,6-7,8-9; Rm. 13:11-14a; Mat. 24:37-44

BERJAGA-JAGA

Berjaga-jaga berarti suatu sikap yang selalu waspada, atau kehati-hatian dalam mempersiapkan diri untuk menanggapi/menghadapi sesuatu atau bersiap sedia dalam melakukan suatu tindakan agar mendapatkan hasil yang lebih baik.

Dalam hal berjaga-jaga untuk menghadapi musuh sering timbul perasaan takut, was-was/cemas, tegang, bingung, bahkan bisa demam penuh kepanikan dan perasaan lain-lainnya. Itulah pemahaman berjaga-jaga secara duniawi.

Melalui Injil hari ini Yesus memerintahkan agar kita para murid-Nya untuk berjaga-jaga karena kita tidak tahu pada hari mana Tuhan datang. (ayat 42). Dalam hal ini permasalahannya bukan pada kapan Tuhan Yesus datang untuk yang kedua kalinya, tetapi pada apa yang perlu dilakukan agar kita siap menyambut kedatangan-Nya.

Tentu saja pengertian berjaga-jaga dalam hal menantikan kedatangan Tuhan Yesus, sangat berbeda jauh dengan berjaga-jaga untuk menghadapi lawan/musuh. Berjaga-jaga dalam menantikan kedatangan Tuhan Yesus lebih ditekankan kepada sikap kerinduan menyambut kedatangan-Nya, yaitu menantikan dengan penuh “kesetiaan” yang didasari oleh “cinta kasih” dari setiap kita secara pribadi kepada-Nya. Sikap “kesetiaan” ini hal yang sangat mendasar agar seseorang dapat selalu komitmen dengan segala yang diperintahkan-Nya.

Dengan kesetiaan kepada Tuhan Yesus seseorang akan selalu mampu merasakan dan mengalami kasih Allah, sehingga dapat menerima dengan kesadarannya atas segala peristiwa dalam hidupnya baik suka maupun duka sebagai peristiwa iman.

Tentu saja banyak hal yang perlu dilakukan dalam berjaga-jaga menantikan kedatangan-Nya, antara lain:

  • Hidup dalam doa sebagaimana sabda-Nya: *” Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, (Ef 6:18b).
  • Menjalani hidup dalam pertobatan, berarti hidup dalam kekudusan yaitu selalu mengisi hidup dan kehidupan dengan melakukan “kebaikan & kebenaran dalam kasih Yesus”. Yaitu selalu melayani sesama terlebih orang miskin. Sebagaimana sabda-Nya: * Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku (Mat 25:40).

Yesus bersabda : Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan diambil dan yang lain akan ditinggalkan ( Mat 24:40). Maka seandainya hari kedatangan-Nya adalah hari ini, termasuk yang manakah diri kita? Yang akan diangkat atau yang akan ditinggalkan-Nya?

Semoga kita semua dimampukan-Nya selalu berjaga-jaga untuk menyambut kedatangan-Nya dengan rindu dan penuh kesetiaan kepada-Nya. (JHS)

Image result for Matthew 24:42