Berdoalah Senantiasa dengan Tidak Jemu-Jemu

Renungan Sabtu 12 November 2016

“Berdoalah Senantiasa dengan Tidak Jemu-Jemu”

Bacaan:  3Yoh. 5-8; Mzm. 112:1-2,3-4,5-6; Luk. 18:1-8

Pelajaran apa yang dapat kita petik dari seorang hakim yang lalim ketika menghadapi wanita yang dengan tak pernah jemu terus mendatanginya meminta keadilan atas perkara yang dihadapi? Apa yang dapat kita pelajari dari wanita ini mengenai ketekunannya mencari keadilan dan kebenaran?

Seorang janda yang haknya diabaikan – tidak sedikit orang yang mengalami hal serupa dalam kehidupan nyata – karena ketekunannya untuk terus berseru kepada pihak yang berkuasa yang tidak berhati nurani itu hingga akhirnya seruannya didengarkan. Ingatlah akan para ibu yang dengan setia melakukan “unjuk rasa” diam di depan Istana Kepresidenan? Mereka menuntut disingkapkannya kebenaran dan keadilan atas apa yang dialami putra/putri mereka. Meski “tidak digubris” mereka tetap semangat dan setia melakukannya pada hari tertentu – sejak beberapa belas tahun lalu dan sekarang kita bisa melihat sebagian dari mereka sudah mulai memutih rambutnya dan sebagian bahkan ada yang sudah meninggal – tetapi kelompok solidaritas tersebut tetap setia duduk diam di muka pihak yang berwenang – diamnya mereka mengutarakan pesan yang sangat mendalam. Bagaimana dengan kita?

Ketekunan pasti akan mendatangkan hasil, terutama bagi mereka yang percaya sepenuhnya kepada Allah. Mari kita belajar meneladani sikap wanita dalam cerita tadi dan belajar dari sekelompok orang tua yang kehilangan anak mereka – tetapi tetap tekun mencari keadilan – kita pun harus demikian tekun dalam berdoa dan mencari kebenaran Kerajaan Allah. Sayangnya, yang sering terjadi adalah kita mudah putus asa dan kemudian lupa bahwa Bapa kita di Surga adalah Bapa yang maha pengasih.

Ketekunan yang disertai iman yang teguh akan menghasilkan buah – kebenaran, keadilan dan belas kasih. Pertanyaan penutup dari Yesus – akankah Aku mendapati iman di bumi ini?

Doa

“Tuhan Yesus, tambahkanlah iman kami dan teguhkan kami agar kami tidak sekalipun pernah meragukan firman dan janji-Mu bahwa Engkau akan selalu menyertai kami. Dalam segala keadaan yang kami hadapi – baik dalam suka maupun duka, dalam pencobaan dan penderitaan – mampukan kami untuk senantiasa mengandalkan Engkau sumber kekuatan kami. Biarlah rahmat, kasih dan sukacita-Mu memenuhi kami karena Engkaulah satu-satunya yang paling berharga dalam hidup kami.” Amin. (MM)

Image result for Luke 18:1