Bait Suci Karya Sang Arsitek Agung

Renungan Rabu 9 November 2016, Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran

“BAIT SUCI KARYA SANG ARSITEK AGUNG”

Bacaan: Yeh. 47:1-2,8-9,12; Mzm. 46:2-3,5-6,8-9; 1Kor. 3:9b-11,16-17; Yoh. 2:13-22

Pagi ini aku duduk bersila sambil merenung.

Aku pernah masuk ke dalam beberapa gereja di benua lain. Setiap saat kudengar lidahku dan lidah sesamaku berdecak kagum. Keindahan bangunan dan asesori-nya merupakan santapan mata yang memuaskan perasaan. Namun, ketika melangkah keluar memasuki hari dan tahun selanjutnya, yang tinggal sisa hanya kesan yang semakin memudar dan hilang.

Hari ini, bacaan pertama, bacaan kedua dan Injil menegaskan bahwa Bait Allah itu bukan sekedar bangunan gedung sederhana maupun mewah, yang mungkin bisa dirobohkan, yang bisa sirna dalam kenangan. Kata-kata Paulus menggugah dan membuatku berdiri tegak – “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” (1 Kor 3:16).

Menghidupkan kembali penglihatan yang diberikan Allah kepada Nabi Yehezkiel (Yeh 47:1-2,8-9,12), aku menyadari bahwa dari Bait Allah, di mana Roh Allah berdiam di dalamnya, pasti akan selalu mengalir air yang memberi kehidupan kepada yang lain. Alangkah indahnya jika kebenaran ini dihidupi oleh setiap murid Kristus. Pastilah kesuburan akan terjadi di muka bumi ini : air kehidupan oleh Roh Kudus membuat semua mahluk hidup bersukacita , membuat kegersangan akibat penderitaan, relasi yang sakit, ketamakan, keangkara-murkaan, penyembahan berhala yang berdampak huru hara (sok mengerti siapa Tuhan, tapi keliru karena kepicikan pikirannya) menjadi tanah yang subur dan membahagiakan semua makhluk ciptaan Tuhan.

Seperti memandang cermin, hari ini aku menatap wajah kehidupanku sendiri. Aku bertanya dengan lirih : “Air kehidupankah yang mengalir dariku? Berapa banyak sesama yang kubuat terpuruk, berapa banyak sesama yang melonjak kegirangan oleh kehadiran Roh Allah dalam hidupku?”

Masihkah ada “penjual kambing domba lembu, merpati, penukar uang” yang mendorong keakuanku mengkudeta kehadiran Roh Kudus?

Maka aku tengadah ke hadapan Tuhan sambil membuka tangan: “Rombaklah aku dan bangunlah aku menjadi Bait Suci yang tak bercela”.

TINDAKAN NYATA :

Biarlah dari mulutku senantiasa keluar Kabar Baik, Sabda Tuhan, yang menghidupkan sesamaku.

DOA :

Roh Kudus, pimpinlah dan kuasailah aku tanpa jeda, sehingga di mana pun aku berada, di sana terjadi kehidupan. Amin.

– jn –

Image result for body temple of the holy spirit