Terus Mendesak Allah

Renungan Kamis 6 Oktober 2016

Bacaan: Gal. 3:1-5; MT Luk. 1:69-70,71-72,73-75; Luk. 11:5-13

Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (Lukas 11:9)

Firman Tuhan Yesus hari ini, tidak dapat dilepaskan dari firman sehari sebelumnya. Kemarin Tuhan mengajarkan kepada kita semua; Doa Bapa Kami. Secara sederhana melalui doa Bapa Kami, Tuhan membimbing kita semua untuk dapat berdoa menurut kehendak Allah. Ini merupakan syarat yang sangat penting agar Allah mengabulkan permohonan doa kita.

Kemudian, apa yang harus kita lakukan setelah berdoa menurut kehendak Allah? Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk berdoa dengan tidak berhenti meminta kepada Allah. Terus mendesak Allah. Tidak berhenti sebelum doa permohonan kita dikabulkan (Luk. 11: 5-8).

Mungkin kita heran mengapa Yesus menganjurkan “terus mendesak” Allah. Padahal kemarin Dia mengajarkan untuk berdoa “menurut kehendak Allah”, termasuk tentunya menurut waktu Allah (kairos bukan kronos). Kalau kita berpikir tenang, kita dapat menemukan jawabnya. Bilamana kita telah berdoa menurut kehendak Allah, maka Tuhan Yesus meminta kita “terus mendesak Allah”, yang berarti kita diajak mengajukan doa permohonan hanya kepada Allah saja. Hanya mendesak Allah saja. Bukan kepada yang lain. Karena itu di ayat 9, secara jelas Tuhan Yesus berjanji; Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (Lukas 11:9).

Doa permohonan yang tak putus-putusnya hanya kepada Allah saja sering kami lakukan. Salah satunya, ketika kami mendambakan kehadiran anak dalam kehidupan perkawinan kami. Sesudah tahun ke tiga perkawinan kami, datang kegelisahan “akan anak yang tak kunjung hadir”. Berbagai usaha kami lakukan; berobat ke beberapa dokter ahli kandungan, minum obat dokter, sampai dengan meminum obat ramuan tradisional Tiongkok, obat ramuan tradisi pusaka jawa. Hampir setiap hari, kami bergulat dalam doa permohonan.

Namun Tuhan itu sungguh amat baik. Setelah lima tahun bergumul, di tahun ke delapan perkawinan kami, Tuhan mengabulkan doa permohonan kami. Dia memberi kami “Malaikat kecil yang hadir ke tengah kehidupan kami karena doa Rosario”. Tuhan memberi sukacita dalam hidup perkawinan kami, dan kami pun dapat merasakan dipanggil “papi” dan “mami”.

Tuhan Yesus, bila kami mengingat banyak peristiwa di dalam kehidupan kami, tak ada banyak kata yang dapat kami ucapkan. Hanya rasa syukur dan terima kasih akan kasih dan berkat-Mu yang tak habis-habisnya Engkau curahkan dalam kehidupan kami sekeluarga. Dalam banyak pergumulan yang kami hadapi, Engkau tidak pernah meninggalkan kami sendirian. Engkau senantiasa mendampingi kami. Engkau memberikan jalan keluar kepada setiap persoalan kami. Dan terlebih lagi, Engkau tak pernah terlambat memberikan jawaban terhadap pergumulan hidup kami. Ajar dan dorong kami Tuhan, agar mampu membagikan kasih dan berkat-Mu serta pengalaman akan pernyertaan-Mu dalam kehidupan kami, terutama kepada mereka yang mengalami pergumulan dalam hidup mereka. Amin.

Tuhan memberkati.
Setiadi Santoso

Image result for Luke 11:9