Satu Hal Saja

Renungan Selasa 4 Oktober 2016

Bacaan: Gal. 1:13-24; Mzm. 139:1-3,13-14ab,14c-15; Luk. 10:38-42

Salam damai sejahtera dalam Yesus Kristus.

Bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk merenungkan bersama sebuah perikop yang sudah tidak asing lagi: “Maria dan Marta” dalam Lukas 10:38-42. Sebuah peristiwa yang sudah sering kita baca dan kita dengar. Baik Maria maupun Marta sama-sama punya kesempatan menjamu Yesus ketika Dia singgah di rumah mereka. Maria dan Marta sama-sama memiliki fokus ke arah Yesus; konsentrasi dan kesibukan yang mengarah kepada Yesus. Namun ada perbedaan cara mereka merespon kehadiran Yesus. Marta sibuk melayani Yesus dan rombongan-Nya sedangkan Maria memilih untuk duduk dekat kaki Yesus dan terus mendengarkan perkataan-Nya. Dua sikap yang berbeda.

Kisah ini bukan hendak menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Marta atau pun Maria adalah salah. Semangat pelayanan dan penyambutan Maria dan Marta terhadap Yesus, keduanya adalah baik dan penting. Bahkan akan menjadi seimbang dan indah apabila kedua cara penyambutan itu dipadukan, ada yang sibuk melayani dan ada pula yang menemani Yesus dengan berada dekat kaki-Nya dan mendengarkan Dia. Di sini kita bukan mau belajar apa yang baik menurut manusia, tapi apa yang terbaik menurut Tuhan Yesus. Ternyata yang baik menurut ukuran manusia bukanlah yang terbaik menurut Tuhan Yesus; sebaliknya apa yang terbaik menurut Tuhan pasti itu yang terbaik juga untuk kita.

Permasalahan muncul ketika Marta menjadi kesal dan bersungut-sungut karena Maria seolah-olah tidak mau peduli dengan kesibukannya, kemudian dia pun protes kepada Yesus, “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” (ayat 40b). Yang menarik adalah tanggapan Yesus kepada Marta: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik yang tidak akan diambil dari padanya.” (ayat 41-42).

Ternyata Yesus justru berkenan dengan apa yang dilakukan Maria; itulah satu-satunya yang perlu; itulah bagian yang terbaik; yaitu dengan berada dekat-dekat kepada Yesus dan mendengarkan perkataan-Nya.

Sibuk melakukan perbuatan baik bagi Tuhan maupun berada dekat dengan Tuhan, keduanya adalah baik dan penting apabila dilakukan pada waktu yang tepat. Namun seringkali kita terlalu menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak begitu penting dalam perjumpaan kita dengan Tuhan Yesus. Ada saat-saat tertentu kita harus lebih mengutamakan berada dekat dengan Tuhan daripada melakukan atau mengurus hal-hal yang lain.

Kisah ini mengajak saya dan Anda untuk introspeksi, apa yang selama ini lebih menjadi prioritas kita dalam mengikut Yesus; seperti Marta yang sibuk untuk Tuhan atau seperti Maria yang sibuk dengan Tuhan? Tuhan ingin setiap kita untuk memprioritaskan Tuhan seperti yang dilakukan oleh Maria. Tuhan ingin sesibuk apapun kita, seberat apapun tugas-tugas kita, kita tetap memprioritaskan Dia seperti yang telah dilakukan Maria: “duduk dekat kaki Tuhan Yesus dan mendengarkan perkataan-Nya.” Tuhan Yesus memberkati. (MFBD)

Image result for Luke 10:42