Lakukan Saja!

Renungan Senin 10 Oktober 2016

Bacaan: Gal. 4:22-24,26-27,31-5:1; Mzm. 113:1-2,3-4,5a,6-7; Luk. 11:29-32

LAKUKAN SAJA!

Saya hanya membayangkan betapa luar biasanya Nabi Yunus dalam pewartaannya tentang pertobatan kepada orang-orang di Niniwe. Tanpa mukjizat dan tanda-tanda sudah dapat membuat orang-orang Niniwe berbalik kepada Allah dari perbuatan mereka yang jahat. Di sini kita dapat melihat keterbukaan hati orang-orang Niniwe, terlebih pemimpinnya/rajanya akan Allah. Inilah yang membawa mereka lepas dari murka Allah saat itu. Yang perlu kita renungkan juga adalah banyak orang yang mungkin masih belum mengerti akan perbuatan-perbuatan dosa dan akibatnya karena mereka sudah terbiasa melakukannya.

Kita sebagai murid Tuhan yang sudah diutus untuk mewartakan kabar sukacita dan pertobatan. Kita harus terus melakukannya tanpa harus menilai apakah mereka bisa bertobat atau tidak. Tanpa harus meminta dukungan tanda dan mukjizat dari Tuhan. Tuhan akan mengaruniakannya kalau kita memang membutuhkannya tanpa kita minta.

Saya teringat kira-kira 7-8 tahun yang lalu; ketika itu saya ke gereja sendirian untuk mengikuti misa. Saya berdoa kepada Tuhan dan meminta, “Tuhan siapa yang harus saya injili lagi?” Ketika selesai misa saya menuju kantin gereja dan ketika saya mau membuka pintu kantin tiba-tiba dari dalam keluarlah seorang yang saya kenal dan pada saat itu Tuhan bilang dalam hati saya, “Ini yang harus kamu injili!”

Saya kenal orang ini dan saya tahu siapa dia. Sahabat saya yang mana saya juga dulu pernah pergi ke dunia bersama dia. Waktu itu saya langsung memberi jawaban kepada Tuhan, “Masa bisa bertobat orang ini Tuhan?” Saya katakan begitu karena saya tahu sepak terjangnya yang luar biasa di dunia malam. Saya tidak injili dia dan saya lupa.

Enam bulan berselang ternyata dia menghubungi saya, dan meminta untuk bertemu dan ingin bercerita dan meminta saran ke mana dia harus belajar mencari Tuhan.

“Dia sudah bertobat” dan dia mau bertemu saya karena dia tahu saya sudah duluan bertobat. Saya langsung temui dia dan mendorong dia ke SEP. Puji Tuhan sekarang dia sudah menjadi pekerja yang aktif di ladang Tuhan.

Saya merasa bersalah kepada Tuhan dan minta ampun. Saya sudah minta kepada-Nya siapa yang harus saya injili tetapi setelah dipertemukan saya tolak karena pikiran manusiawi saya.

Pertobatan adalah rahmat yang luar biasa. Kalau Tuhan sudah menginginkan memberi rahmat itu kepada teman saya tersebut, dia tidak akan menunggu saya untuk melakukannya kalau saya menolak. Dia pakai orang lain untuk menginjili teman saya tersebut. Ampuni saya Tuhan.

Mari kita terus melakukan penginjilan (evangelisasi) tanpa harus berharap melihat hasilnya. Lakukan saja dan biarkan Roh Allah yang menyelesaikannya.

Doa:
Bapa, jadikanlah kami anak-anak-Mu yang terus setia, taat, giat dan penuh semangat dalam melakukan penginjilan (evangelisasi) tanpa menggunakan pikiran dan perasaan manusiawi kami. Tapi biarlah kami melakukan penginjilan (evangelisasi) dengan mengandalkan Engkau dan Roh-Mu yang Kudus. Agar semakin banyak lagi jiwa yang berbalik dan berpaut kepada-Mu. Agar hanya Nama, Kasih dan Kemuliaan-Mulah yang dinyatakan. Amin. (VSH)

Image result for Just Do IT