Kesatuan Roh

Renungan Jumat 21 Oktober 2016

Bacaan: Ef. 4:1-6; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6;Luk. 12:54-59

Memelihara Kesatuan Roh

Jaman sekarang yang lagi trend salah satunya adalah menjadi anggota group di media sosial. Seseorang bisa punya beberapa aplikasi chat group, ini merupakan tanda bahwa kita semakin kecanduan dengan media sosial. Memang lewat media sosial kita bisa bertambah akrab, bertambah pengetahuan yang baik maupun yang buruk melalui artikel-artikel ‘hoax’.

Banyak juga komunitas kristiani yang memanfaatkan media sosial tersebut dengan saling menyapa dan berbagi info. Namun seharusnya ada  yang bisa membedakan antara komunitas kristiani dengan komunitas sekuler. Komunitas kristiani harus punya visi yaitu memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai sejahtera, satu tubuh, satu roh dalam satu pengharapan akan Kristus Tuhan kita.

Untuk mencapai visi tersebut, saling menyapa, berbagi info, saling bersimpati saja tidak cukup, kita dituntut lebih yaitu saling berempati dalam tindakan nyata. Kalau ada anggota yang “leave group” bagaimana reaksi kita? Mungkin saling bertanya mengapa? Apakah dilanjutkan dengan saling menggosip? Memang sekedar menasehati atau mengkritik itu mudah, yang susah adalah melibatkan diri lebih jauh dalam pribadi orang tersebut secara positif. (misalnya tidak sekedar simpati jika ada yang kesusahan, tetapi ada inisiatif untuk mengumpulkan dana atau tenaga yang mau dibagikan).

Tuhan Yesus mengecam orang yang munafik, orang yang sudah merasa benar dan cukup puas dengan hidup kekristenannya. Sebagai murid Yesus, kita dituntut lebih yaitu menciptakan iklim kesatuan di dalam komunitas kristiani, sebab melalui Komunitas Kristiani, kita bersama dapat melawan arus kekuatan jahat yang selalu berusaha menjatuhkan manusia ke dalam dosa.

Refleksi : sebagai anggota komunitas kristiani apakah yang dapat aku lakukan untuk mencapai visi kesatuan Roh?

Tuhan memberkati.

PPT

Image result for eph 4:3