Berbuah Bagi Kerajaan Allah

Renungan Sabtu 22 Oktober 2016

Bacaan: Ef. 4:7-16; Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5; Luk. 13:1-9

Menunggu seringkali membuat orang merasa tidak sabar. Terasa malas sekali kalau harus menunggu. Menunggu dokter datang, menunggu nama dipanggil, menunggu teman mandi yang tidak kunjung selesai (waktu dulu masih tinggal di kos), menunggu mobil depan yang belok perlahan-lahan padahal jalanan sepi.

Si pemilik kebun anggur di bacaan hari ini jelas sangat sabar. Dia sabar, paling tidak selama tiga tahun, membiarkan pohon ara tumbuh di dalam kebun anggurnya. Namun masih kalah baik dan sabar dengan pengurus kebun anggur yang masih mau mempertahankan dan merawat pohon ara yang tidak berguna.

Refleksi pribadi: Apakah masih ada hal-hal dalam diriku yang seharusnya aku tinggalkan namun ternyata masih aku pertahankan (tidak berguna)? Ingatlah si pengurus kebun anggur meskipun sabar, sudah punya batas waktu untuk membuat pohon ara berbuah. Jangan sampai sesuatu yang tidak berguna (dendam, malas, dosa, dll.) menghambat kita untuk berbuah manis bagi Kerajaan Allah. (ARFW)

Image result for repentance and fig trees