Berani Merendah

Renungan Sabtu 29 Oktober 2016

BERANI MERENDAH

Bacaan: Flp. 1:18b-26; Mzm. 42:2,3,5bcd; Luk. 14:1,7-11.

Shalom saudara terkasih.

Dari kecil saya sangat mengagumi para penemu. Bagi saya, mereka adalah orang-orang hebat. Mereka mendedikasikan hidupnya untuk sesuatu yang sangat berguna bagi kehidupan umat manusia. Kisah sukses para penemu ini selalu mendatangkan decak kagum. Seolah-olah sukses mereka adalah milik kita semua. Kita tidak pernah tahu dan bahkan tidak mau tahu proses bagaimana terjadinya suatu penemuan yang saat ini kita nikmati.

Sebut saja, Thomas Alfa Edison, penemu bola lampu. Dia adalah seorang anak “bodoh” yang harus keluar dari sekolahnya, sehingga masa kecilnya dihabiskan dengan belajar dari sang ibu. Di usia 12 tahun, sudah bekerja dan di usia itu pula dia kehilangan hampir 60% kemampuan mendengarnya atau setengah tuli. Seluruh pendapatannya dari bekerja, dia habiskan untuk bereksperimen. Lebih dari lima ribu kali dia mengalami kegagalan sebelum bola lampu yang pertama berhasil menyala. Dunia mencatat ada seribu lebih penemuan yang dihasilkannya dan mendapat paten. Dan saat ini kitalah penikmat hasil karyanya. Kalau listrik padam satu jam saja, rasanya kita sudah ingin protes.

Dan masih banyak lagi para penemu yang lain.

Para penemu ini, siapapun mereka punya harapan yang sama, menghasilkan sesuatu yang berguna, bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi juga bagi orang lain. Apakah tujuan mereka untuk meninggikan diri? Rasanya kok tidak. Bahkan sering dikisahkan masa lalu mereka yang kelam, bodoh, tidak dihargai. Tapi itu semua tidak menyurutkan niat mereka untuk berkarya. Mereka tetap merendah sekalipun sukses luar biasa. Mereka tidak pernah takut bahwa merendah akan direndahkan.

Firman Tuhan hari ini mengajarkan untuk tidak meninggikan diri. Tidak mudah memang, karena dunia di sekeliling kita mengajarkan untuk “jangan mau kalah”. Tetapi sekali lagi lihatlah para penemu, yang bukan hanya hidup di masa lampau, saat ini pun juga semakin banyak penemu-penemu baru, mereka sering dianggap tidak waras, remeh, tidak berguna, namun mereka tidak berhenti berkarya, mengembangkan talenta yang sudah Tuhan berikan.

Saudara terkasih merendah bukan berarti akan direndahkan. “Sebab barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan; dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.”

Semoga berkat Tuhan menyertai karya kita dan setiap saat kita ingat untuk berani merendah.

Tuhan Yesus memberkati.

BVJSW  

Image result for luke 14:11