Armor of God

Renungan Kamis 27 Oktober 2016

Bacaan: Ef. 6:10-20; Mzm. 144:1,2,9-10; Luk. 13:31-35

SENJATA PEPERANGAN ROHANI

Lukas 13:34 Yerusalem, Yerusalem, engkau membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu!

Hal ini merupakan kesedihan yang dalam dari Tuhan, air mata Tuhan kita, atas sikap keras kepada Yerusalem, memberi kesaksian tentang kebebasan kehendak manusia untuk menolak kasih karunia dan kehendak Allah.

Bagaimana dengan kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan? Apakah sampai hari ini kita masih juga membunuh Yesus dengan cara lain? Dengan mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan orang? Dengan mengikuti  godaan-godaan dunia yang semakin menyesatkan?

Dalam bacaan pertama, perikop ini diawali dengan “Akhirnya hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.” Sebagai seorang  Kristen, setiap hari kita dihadapkan dengan peperangan kita, terhisap dalam suatu angkatan perang. Kita bukan hanya sekedar seorang pelayan Tuhan tetapi juga seorang prajurit Kristus yang menghadapi musuh. Jadi kita terlibat dalam suatu peperangan rohani. Kita telah diberi senjata untuk mempertahankan diri dan senjata untuk menyerang.

Seringkali saat menjalani kehidupan, kita mengandalkan kekuatan sendiri sehingga menjadi lemah, karena begitu banyak tekanan menghimpit kehidupan kita. Karena itu kita harus menggantungkan kekuatan kita sepenuhnya di dalam Tuhan yang mempunyai kuasa yang luar biasa.

Rasul Paulus memperingatkan di dalam suratnya agar kita senantiasa mengenakan senjata rohani yang lengkap agar kita dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis. Sayangnya kalau kita sudah mulai tersedot dengan perkara-perkara kehidupan sehari-hari seringkali lupa memakai perlengkapan senjata Allah.

Senjata yang Allah sediakan bagi kita bukan senjata secara fisik, namun senjata rohani yang tak terlihat namun punya kuasa (Ef 6:14-18).

Lima senjata rohani:

  1. Ikat Pinggang Kebenaran — Berkomitmenlah untuk menjaga kekudusan.
  1. Baju Zirah Keadilan — Menjaga hati supaya tidak mudah kecewa, kepahitan, dendam dan sebagainya.
  1. Kasut Kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera — Rela memberitakan injil damai sejahtera dalam segala keadaan.
  1. Perisai Iman — Tangkis anak panah si jahat dengan iman kita dengan merenungkan firman Tuhan setiap saat.
  1. Ketopong Keselamatan — Mengenakan pikiran Kristus.

Nomor 1-5 di atas berfungsi untuk pertahanan.

  1. Pedang Roh — Berfungsi untuk menyerang yaitu firman Tuhan. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pedang bermata dua mana pun. Ia merusak amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum, ia sanggup membedakan pertimbangan dalam pikiran kita.

Berdoalah setiap waktu dalam Roh dan berjaga-jagalah dalam doamu itu, supaya kamu bisa berdiri tegap dalam menyelesaikan segala sesuatunya Jadilah lebih dari pemenang dalam Kristus Yesus.

Selamat menjalani hari yang luar biasa.

Tuhan memberkati.

JH

Image result for Eph 6:11