Api dan Perpecahan

Renungan Kamis 20 Oktober 2016

Bacaan: Ef. 3:14-21; Mzm. 33:1-2,4-5,11-12,18-19; Luk. 12:49-53

Yesus melempar api dan perpecahan.

Wow firman hari ini keras sekali, Yesus melemparkan api ke dunia ini. Yesus yang kita kenal sebagai pembawa damai, sukacita, sumber cinta sejati, bahkan Ia berkata yang letih lesu dan berbeban berat disuruh datang pada-Nya akan diberi kesegaran, tapi kali ini justru Yesus berkata, “Aku datang ke bumi untuk membawa perpecahan.” Bukankah kita semua menginginkan hidup rukun, damai dan tentram, sedapat mungkin menghindari pertentangan apalagi perpecahan. Kalau ada persoalan cepat-cepat kita berusaha kita selesaikan atau dicarikan jalan keluarnya.

Tuhan Yesus apa maksud perkataan-Mu yang keras itu? Apakah Engkau hendak memecah belah kehidupan kami manusia yang mana perpecahan dan kekacauan itu sendiri sudah ada dalam diri kami manusia?

Saudara terkasih,ternyata yang Tuhan Yesus maksudkan dalam ayat 49 adalah api cinta Tuhan (api Roh Kudus) pada manusia (Kel 13:21-22), bukan api dalam arti harafiah yang kita bayangkan. Bahkan dengan api cinta-Nya, Ia rela menyerahkan nyawa-Nya bagi kita (Yoh 15:13). Hal itu dilakukan Allah Bapa dan Allah Putra karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3:16).

Lalu Yesus juga berkata pada ayat 51, bahwa Ia datang bukan membawa perdamaian melainkan perpecahan. Ya jelas kedatangan Yesus mengakibatkan perpecahan antara mereka yang menerima ajaran Yesus dan mereka yang menentang ajaran-Nya. Pertentangan dan perpecahan itu juga bisa saja terjadi dalam keluarga- keluarga kita antara anak dan orang tuanya, antara suami dan istri, antara mertua dan menantu, antara terang dan gelap, antara ajaran dunia dan ajaran Yesus, hal itu sudah terjadi sejak jaman para rasul.

Sekarang pilihan ada di tangan kita, siapkah dan beranikah kita menghadapi perbedaan, pertentangan, bahkan perpecahan (yang digambarkan Yesus) dalam mengisi kehidupan kita sehari-hari (walking in His will – berjalan dalam kehendak-Nya). Pilihan ada di tangan Anda dan saya apakah kita berani berdiri di atas kebenaran Kristus (dalam cara berpikir, berkata, bertindak), sekalipun beresiko harus berbeda, dipermalukan, dikucilkan, bertentangan dengan orang lain (yang cenderung mengikuti ajaran dunia).

Semoga kita mau mengambil keputusan yang benar dengan menyambut Api (Roh Kudus) yang telah dilemparkan Yesus dalam hati, membaptis kita (ulat berubah menjadi kupu-kupu), kita berani menjadi saksi Kristus bukan hanya di bibir saja, namun dalam kehidupan nyata sehari-hari, sekalipun harus menghadapi resiko atas pilihan tersebut, semoga. (IGP)

Image result for luke 12:49-53