Tuhan Atas Hari Sabat

Renungan Sabtu 3 September 2016

Anak Manusia adalah Tuhan atas Hari Sabat

Bacaan: 1Kor. 4:6b-15; Mzm. 145:17-18,19-20,21; Luk. 6:1-5

Luk 6:1-5 mengisahkan tentang Tuhan Yesus yang berjalan di ladang bersama dengan para murid-Nya pada hari sabat. Saat itu karena para murid merasa lapar, mereka memetik bulir-bulir gandum dan mengisarnya dengan tangan, lalu memakannya. Ketika kejadian itu disaksikan oleh orang-orang Farisi, yang selama ini selalu mencari-cari kesalahan Yesus, orang-orang Farisi mengecam tindakan para murid Yesus yang telah melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan dilakukan di hari sabat.

Sahabat sahabatku ,Tuhan Yesus datang bukan untuk meniadakan hukum taurat, tetapi untuk menggenapi dan menyempurnakan hukum taurat. Karena Yesus adalah Tuhan atas hari sabat. Hukum sabat dibuat oleh manusia dan untuk manusia, tujuannya adalah untuk mengangkat manusia agar menjadi lebih Ilahi. Tuhan Yesus mengajar kepada kita bahwa hidup dan keselamatan manusia lebih penting daripada aturan-aturan. Dan aturan-aturan hidup beragama dibuat untuk membantu manusia agar mampu melaksanakan kehendak Tuhan. Bahwa kehendak Tuhan harus lebih diutamakan daripada peraturan-peraturan. Relasi kita dengan pribadi Yesus lebih penting daripada hanya menjalankan peraturan-peraturan agama.

Sahabat-sahabatku, Tuhan Yesus mengatakan bahwa Anak Manusia adalah Tuhan atas hari sabat. Tuhan Yesus menyadarkan kita agar kita tidak mengutamakan peraturan-peraturan di atas cinta kasih. Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita agar kita mampu menghayati hidup ini dalam kasih.

Tuhan memberkati kita semua.

MFK

Image result for Luke 6:5