Murid Tuhan Meneladani Ibu-Nya

Renungan Kamis 15 September 2016

Bacaan: 1Kor. 15:1-11; Mzm 31:2-3a,3b-4,5-6,15-16, 20;Yoh. 19:25-27

“Murid Tuhan meneladani ibu-Nya”

Yoh 19:27 Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

Saat saya mendoakan orang-orang sakit, saat mereka mengalami penderitaan yang luar biasa bahkan sakit yang tidak sembuh, beberapa dari mereka menjadi marah luar biasa kepada Tuhan bahkan tidak mau berdoa lagi, tetapi beberapa menjadi “sangat berbeda” karena mereka tetap percaya dan setia mengasihi Tuhan sehingga layak disebut murid Tuhan.

Saat akhir hidup-Nya, Yesus mengingatkan kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Jelas perkataan Yesus bukan hanya ditujukan pada para rasul saat itu. Bukankah kita juga murid-murid Tuhan? Menerima Bunda Maria sebagai ibu kita, kita tidak hanya menghormati karena gelar Bunda Allah tetapi bagaimana kita belajar meneladani Bunda Maria yang tetap setia kepada Yesus bahkan saat Yesus disalib. Penderitaan tidak membuat Bunda Maria meninggalkan Yesus dan jelas ketaatan Yesus kepada Bapa-Nya di dalam setiap ratap tangis dan keluhan-Nya tak lepas juga dari bimbingan Bunda Maria sebagai ibu-Nya.

Murid Tuhan yang meneladani Bunda Maria layak menerima kebaikan Tuhan yang disimpan-Nya bagi orang yang takut akan Tuhan dan bagi mereka yang berlindung kepada-Nya.

Apakah kita sudah meneladani Bunda Maria?

THW

Image result for Yoh19:27;