Move On, No Turning Back

Renungan Selasa 27 September 2016

Bacaan: Ayb. 3:1-3,11-17,20-23; Mzm. 88:2-3,4-5,6,7-8; Luk. 9:51-56

Di dalam percakapan anak muda sekarang ini ada istilah “GALON” yang diartikan sebagai “Gagal Move On”. Banyak orang mengalami galon ketika mereka mengalami masalah. Banyak orang yang mengalami permasalahan, mereka merasakan bahwa semua orang memusuhi dia, semua orang tidak mendukung, akhirnya menjadi sensitif, akhirnya suka curiga, akhirnya depresi, akhirnya tidak bisa melanjutkan kehidupannya dengan baik alias GAGAL MOVE ON. Bahkan tidak sedikit yang mengakhiri hidupnya.

Injil Lukas 9:51-56, menceritakan bahwa Yesus mengarahkan pandangan-Nya ke Yerusalem. Dari bacaan ini, bisa diambil tiga hal penting, yaitu:

  1. Yesus mempunyai tujuan bagi hidup kita.
    • Di Lukas 9:51-52, Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia.
    • Yesus mengerjakan karya keselamatan di Yerusalem, sehingga Dia tetap pada tujuan yang telah ditetapkan oleh Bapa-Nya, yaitu mengerjakan keselamatan. Maka Dia mengarahkan pandangan-Nya jelas ke tujuan yang akan dicapai. Demikian pula dengan hidup kita. Yesus telah menetapkan tujuan bagi hidup kita. Kita diutus-Nya untuk mencapai tujuan hidup kita. Arahkan pandangan kita pada apa yang menjadi tujuan hidup kita
  2. Di dalam mencapai tujuan seringkali kita akan mengalami hambatan. 
    • Di Lukas 9:53, Yesus tidak diterima oleh orang-orang Samaria, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.
    • Di dalam mencapai tujuan, akan selalu ada hambatan-hambatan yang terjadi dan itu merupakan hal yang wajar. Yesus pun mengalami hambatan-hambatan.
  3. Tetap melangkah ke tujuan yang telah ditetapkan. 
    • Di Lukas 9:54-56, Yakobus dan Yohanes sempat marah dan meminta Yesus untuk mengijinkan mereka menurunkan api dari langit. Tetapi Yesus berpaling, menegor, dan melanjutkan perjalanan ke desa lain.
    • Di bacaan pertama (Ayb. 3:1-3,11-17,20-23), Ayub berkeluh kesah ketika Tuhan mengijinkan dia dicobai. Ayub menyalahkan mengapa dia dilahirkan dan banyak keluh kesah lainnya. Walaupun pada akhirnya Ayub tetap memuliakan Tuhan.
    • Hambatan-hambatan yang terjadi jangan sampai membuat kita marah, depresi dan mengambil tindakan yang salah. Tetapi tetap tenang, tidak perlu berkeluh kesah, tetap move on ke tujuan kita, jangan ada kata kembali (no turning back). Yesus akan selalu bersama-sama kita dalam mencapai tujuan kita.

Mari kita mau terus mengarahkan pandangan ke tujuan hidup kita. Biarlah hambatan-hambatan atau masalah-masalah dalam hidup tidak menghalangi kita untuk mencapai tujuan hidup kita. Tetaplah MOVE ON dan NO TURNING BACK. Tuhan memberkati kita semua. (PDW)

Image result for luke 9:51