Memperoleh Hati Yang Bijaksana

Renungan Sabtu 24 September 2016

Bacaan: Pkh. 11:9-12:8; Mzm. 90:3-4,5-6,12-13,14,17; Luk. 9:43b-45.

Injil hari ini diambil dari Lukas 9:43b-45 dan sangat singkat. Namun dari perkataan Yesus, “Dengarkan dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.”,  kita dapat belajar tiga hal, yaitu:

1. Yesus selalu fokus pada rencana Bapa

Dilihat dari kejadian sebelumnya, Yesus baru saja membuat mukjizat dengan mengusir roh jahat dari tubuh seorang anak karena murid-murid-Nya tidak dapat melakukan. Banyak orang takjub, tapi Yesus segera menyerukan bahwa ketaatan akan rencana Bapa itu jauh lebih penting. Untuk taat, Yesus selalu fokus pada rencana Bapa dengan mengungkapkannya melalui perkataan tersebut, “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia”.

2. Kemasyhuran bisa membuat ‘buta’.

Takjub akan hal yang diperbuat Yesus, terpesona akan hal yang baru saja terjadi dan bayangan akan kemasyhuran membuat murid-murid-Nya tidak dapat mengerti perkataan Yesus akan nubuatan tentang penderitaan. Hal ini terungkap dalam perikop selanjutnya, bahwa mereka mempertengkarkan, siapa yang terbesar dari antara mereka.

3. Ingat akan hari akhir membuat kita bijaksana.

Tidak ada seorangpun yang hidup selamanya, tapi semua dari kita akan mengalami hari akhir. Seruan Yesus ini memberikan sebuah pelajaran berharga, bahwa ingat selalu akan hari akhir membuat hati menjadi lebih bijaksana karena segala sesuatu yang tidak kekal seperti pujian dari manusia, akan menghilang dan tidak berarti apa-apa lagi.

Karena itu Pengkhotbah pada bacaan hari ini juga memberikan nasihat bagi pemuda-pemudi, agar selalu memperoleh hati yang bijaksana dengan ingat akan Sang Pencipta (Pkh 12:1) sebelum debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya (Pkh 12:7).

Tuhan memberkati kita semua, Amin. (FS).

Image result for ecclesiastes 12:1