Malaikat Agung Allah

Renungan Kamis 29 September 2016

Pesta Malaikat Agung Allah: St. Mikael, Gabriel dan Rafael

Bacaan: Dan. 7:9-10,13-14 atau Why. 12:7-12a; Mzm. 138:1-2a,2bc-3,4-5; Yoh. 1:47-51

Shalom Sahabat SEP dan KEP.

Damai sejahtera Kristus beserta kita semua.

Bacaan pertama liturgi gereja hari ini dari kitab Daniel, mengingatkan kita, Allah Sang Maha Segalanya, di tahta kemuliaan-Nya, dilayani oleh begitu banyak para malaikat-Nya. Dan Allah Sang Pemilik segala kekuasaan dan kemuliaan, memberikan kekuasaan dan kemuliaan yang kekal, kekuasaan seorang raja kepada Yesus, Sang Anak Manusia yang kerajaan-Nya tidak akan musnah. Maka segala suku bangsa dan bahasa mengabdi kepada Dia.

Injil hari ini Tuhan Yesus mengatakan kepada Natanael, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah naik turun kepada Anak Manusia.” Suatu ungkapan pelayanan yang dilakukan para malaikat kepada Tuhan Yesus. Di bagian lain dari Injil, saat berdoa dan berpuasa di padang gurun dan dicobai Iblis, dikatakan bahwa Yesus dilayani oleh para malaikat.

Hari ini oleh Gereja dirayakan sebagai hari pesta Malaikat Agung Allah: Mikael, Gabriel dan Rafael.

Mikael berarti ‘Siapakah yang sama dengan Allah?’ Mikael adalah malaikat agung Allah dan panglima bala tentara surga. Dalam iman Kristen, Mikael dikenal sebagai pembela kaum beriman menghadapi serangan musuh. Di Kitab Wahyu dikatakan bahwa Mikael beserta malaikatnya telah mengalahkan dan mengusir Iblis dan pengikut-pengikutnya dari surga.

Gabriel, berarti ‘Kekuatan Allah.’ Dalam tradisi Kristen malaikat agung ini dikenal sebagai ‘pembawa kabar gembira’ dari Allah kepada manusia. Gabriel menjadi utusan Allah untuk menyampaikan kepada manusia berita keselamatan dari Allah. Ia memberi penerangan ilahi kepada manusia sehingga terbukalah budi dan hati manusia untuk memahami dan meyakini kehendak Allah.

Rafael berarti ‘Tuhan Menyembuhkan’. Kisah terkenal mengenai malaikat Rafael sebagai ‘Tabib Allah’ dapat kita baca di dalam Kitab Tobit 4-12. Di sana Rafael tampil sebagai ‘teman seperjalanan’ Tobia ke negeri Media, dan sebagai malaikat Tuhan yang diutus untuk menyembuhkan Tobias dari kebutaannya, dan untuk membebaskan Sara, puteri Raguel, dari gangguan roh jahat. Kepada Tobit, Rafael memperkenalkan diri: “Aku ini Rafael, satu dari ketujuh malaikat yang melayani di hadapan Tuhan yang mulia. Jangan takut, damai sejahtera dengan kamu. Pujilah Allah selama-lamanya! Waktu aku ada dengan kamu, maka bukan karena kerelaanku sendirilah terjadi demikian, melainkan karena kehendak Allah. Maka pujilah Dia seumur hidup, bernyanyilah kepadaNya!” (Tob 12:15-18). Umat Kristen menghormati malaikat Rafael sebagai tabib Allah yang diutus untuk menyembuhkan manusia dari penyakit dan menguatkan kelemahan jiwanya serta membebaskan manusia dari perhambaan setan.

Kita sungguh bersyukur, Allah berkenan mengangkat setiap kita menjadi anak-Nya melalui penebusan Yesus Kristus di atas kayu salib dan memberikan Roh Kudus-Nya tinggal dalam diri kita untuk menolong memampukan menjalani hidup di dalam segala kelimpahan-Nya. Para malaikat-Nya diutus untuk menjaga di segala jalan kita agar memperoleh keselamatan. Kitab Ibrani 1:14, “Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?”

Adalah satu kebodohan dan kerugian besar ketika orang Katolik tidak menyadari dan mensyukuri hal ini, sehingga hidupnya tidak mempercayai Allah, hidupnya penuh dengan segala kekuatiran dan ketakutan.

Marilah, seperti yang diungkapkan di dalam Mazmur 138, dengan segenap hati kita menjalani hidup penuh syukur atas segala rahmat-Nya. Sujud dan hanya memuji menyembah Dia, karena kasih dan setia-Nya. Allah yang meninggikan nama dan janji-Nya melebihi segala sesuatu. Dengan penuh sukacita kita menjadi saksi-Nya, sehingga segala bangsa bersyukur dan memuliakan nama-Nya.

Kasih dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus beserta kita semua.

Sekarang dan selama-lamanya. Amin. (HLTW)

Image result for angel raphael michael gabriel