Macam-Macam Pelayanan

Renungan Kamis 16 September 2016

Bacaan: 1Kor. 15:12-20; Mzm. 17:1,6-7,8b,15; Luk. 8:1-3

Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. (Luk 8:3)Image result for Yohana istri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

Shalom para kekasih Tuhan.

Di dalam pelayanan-Nya di dunia, Tuhan Yesus selalu memberi ruang kepada semua orang untuk berpartisipasi. Tuhan bukanlah sosok yang ingin tampil “One Man Show”. Dalam banyak kesempatan, Dia mengajak semua yang mengikuti-Nya untuk berpartisipasi dalam karya pelayanan-Nya. Ada sosok Maria dan Marta, ada sosok Zakheus si pemungut cukai, ada perwira yang begitu besar imannya, ada Nikodemus. Dan hari ini Tuhan tampilkan sosok para wanita yang hampir tidak terlihat gemanya di dalam pelayanan Tuhan, yaitu para wanita yang dikatakan oleh Santo Lukas sebagai “perempuan-perempuan yang melayani dengan kekayaan mereka”.

Apakah pelayanan para perempuan ini berdampak dalam pelayanan Tuhan Yesus? Bukankah Tuhan maha kaya dalam segala hal termasuk materi? Bukankah peristiwa penggandaan lima roti dua ikan untuk lima ribu orang sebagai bukti bahwa Tuhan tidak perlu sumbangan materi?

Kekasih Tuhan, Tuhan sangat menghargai dan menerima dengan tangan terbuka setiap uluran kasih orang-orang yang ada di sekeliling-Nya. Pelayanan dengan menjadi donatur atau melayani dengan kekayaan sangatlah penting. Bukan dilihat dari besar kecilnya sumbangsih, tetapi dari hati yang ingin melayani. Tuhan Maha Kaya itu pasti dan Tuhan tidak perlu harta kita untuk-Nya. Tetapi sekali lagi, Tuhan mau mencari mitra di dalam pelayanan-Nya. Ada banyak pelayanan yang bisa dilakukan oleh umat Tuhan, mulai dari hanya mengajak umat yang lain (berbondong-bondong mengikut Tuhan), memberikan apa yang dimiliki (anak kecil yang memberikan lima roti dua ikan), sampai kepada menjadi pengikut yang setia, bahkan setia menginjil sampai menjadi martir (para murid).

Secara manusiawi kita akan mengatakan secara berani bahkan sedikit fanatik, bahwa kita mau melayani seperti para rasul, sampai menjadi martir. Tuhan Yesus yang Maha Kasih mengingatkan, kita semua adalah bagian-bagian dari tubuh dengan Tuhan Yesus sebagai kepalanya. Tubuh tidak hanya tangan atau kaki, tidak hanya badan, tetapi juga ada yang menjadi jari, bahkan kuku. Jadi, para kekasih Tuhan, ambillah bagian dalam pelayanan seperti yang Tuhan kehendaki yaitu dengan membaktikan seluruh hidup kita. Apapun pelayanan kita saat ini, lakukan dengan sungguh-sungguh, jangan sampai menjadi bagian tubuh yang sakit dan tidak berfungsi.

Marilah berdoa: Tuhan Yesus, berikanlah kepada kami, hati yang mau melayani, dengan apapun yang ada pada kami, dengan bakat dan talenta yang sudah Tuhan berikan bagi kami. Mari Tuhan, pakai kami sebagai bagian dalam memperluas kerajaan-Mu. Sampai seluruh muka bumi mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan. Terpujilah Engkau Raja segala raja, sekarang sampai selama-lamanya. Amin.

BVJSW