Lambang Cinta Kristus

Renungan Rabu 14 September 2016

Bacaan: Bil. 21:4-9; Mzm. 78:1-2,34-35,36-37,38; Flp. 2:6-11; Yoh. 3:13-17

LAMBANG CINTA KRISTUS

Pada hari ini, umat Katolik sedunia merayakan Pesta Salib Suci. Pesta Salib Suci ini dirayakan untuk memperingati hari di mana penemuan Salib Yesus oleh Santa Helena. Pada waktu penemuannya, Salib yang ditemukan oleh Santa Helena pada tanggal 14 September 335 ini membawa kesembuhan kepada seorang wanita yang sakit dan hampir meninggal. Sejak tahun itulah Pesta Salib Suci ini menjadi bagian dalam perayaan liturgi Gereja yang dirayakan tiap tahunnya pada tanggal 14 September.

Sebagai umat katolik, identitas kekatolikan kita sering diukur dengan aksesoris yang melekat pada diri kita. Tak jarang, orang-orang menggunakan atribut seperti perhiasan, hiasan rumah, sticker, dll untuk menunjukkan bahwa mereka adalah seorang Katolik. Contohnya, ketika pergi makan di restoran, beberapa dari kita tidak segan-segan untuk membuat tanda salib dengan mantap sebelum makan tetapi ada juga yang malu-malu untuk membuat tanda kemenangan tersebut. Terlepas daripada itu semua, apakah kita tahu apa yang sedang kita perbuat? Apakah kita tahu makna dari salib itu sendiri?

Pada Injil hari ini, Yesus menegaskan arti Salib yang begitu dalam kepada kita semua. Melalui ayat Yoh 3:16, Yesus menegaskan sekaligus mengingatkan kita akan arti dari Salib Kristus sendiri, yaitu lambang cinta Allah atas kehidupan kita. Salib yang merupakan misi dari hadirnya Kristus di dunia bukanlah sesuatu hal yang sengaja atau sensasi yang dibuat Allah, namun lebih daripada itu Salib adalah bukti cinta Allah melalui karya keselamatan yang rela mengorbankan segalanya demi orang yang dikasihi-Nya yaitu kita. Lambang cinta Allah yang berupa keselamatan inilah yang seharusnya kita teladani dalam kehidupan keseharian kita. Jika sebelumnya kita mengerti asal-usul peringatan Salib Suci, di mana Salib Kristus dapat menyembuhkan seorang wanita yang sekarat, kita pun diutus untuk menjadi penyembuh-penyembuh luka hati orang-orang yang berada di sekitar kita. Semoga semangat Salib Kristus yang penuh cinta ini dapat kita hidupi bukan sebagai aksesoris atau hiasan saja, namun kita memposisikan atau menempatkan salib Kristus ini sebagai fondasi atau dasar kehidupan kita. Tuhan memberkati! (LT)

Image result for holy cross