Ketaatan Dimulai dari Hati

Renungan Sabtu 17 September 2016

Bacaan: 1Kor. 15:35-37,42-49; Mzm. 56:10,11-12,13-14; Luk. 8:4-15

Bacaan injil hari ini begitu sering kita dengar. Tentang berbagai macam tanggapan orang tentang firman Tuhan dan bagaimana firman itu bisa mengakar dalam seseorang. Dan bagaimana firman tersebut bisa menjadi kekuatan.

Beberapa tahun terakhir ini saya banyak bertemu dengan berbagai orang dalam hal pembelajaran tentang firman Tuhan:

  • Ada yang punya keinginan untuk mengerti lebih jauh tentang firman Tuhan. Mereka ini tahu sedikit dan merasa harus belajar banyak hal dan mau belajar.
  • Ada yang tidak tahu apa yang harus dipelajari karena ketidaktahuannya, tapi mau menerima kebenaran firman Tuhan setelah diberitahu.
  • Ada yang benar-benar tidak ada ketertarikan untuk mendengar atau pun untuk belajar.

Jika mau ditarik lebih dalam lagi tentang berbagai sikap orang terhadap firman Tuhan, yang perlu diketahui adalah bagaimana orang tersebut terhadap Tuhan. Bagi mereka, siapakah Tuhan itu? Jika tidak ada perasaan apapun, tidak menyadari dikasihi, tidak mengasihi Tuhan, pastilah tidak ada ketertarikan untuk mengenal Tuhan lebih lagi. Apalagi firman-Nya.

Maka penting sekali bagi kita untuk terus dan terus membuat keputusan untuk mengasihi Tuhan. Menyadari bahwa kita dikasihi, menyadari begitu besar kasih-Nya. Dan setiap peristiwa yang kita alami adalah wujud kasih Tuhan, maka kita akan bisa mengasihi Tuhan. Saat kita mengasihi Tuhan, maka kita akan percaya akan firman-Nya, terus belajar akan firman-Nya dan tidak tergoyahkan oleh apapun. (ADJ).

Image result for obedience comes from heart