Jembatan Kehidupan

Renungan Minggu 25 September 2016

Bacaan: Am 6:1a,4-7; Mzm. 146:7,8-9a,9bc-10;1Tim. 6:11-16; Luk. 16:19-31

Kisah terkenal mengenai Lazarus sudah kita kenal dengan baik. Dua situasi hidup manusia, si kaya dan si miskin yang sungguh bertentangan, di mana si kaya membuat jurang yang akan menjadi pemisah ketika mereka berada di alam baka. Yesus mengaitkan bahwa hidup di dunia dengan segala sikap yang kita buat berpengaruh pula pada hidup sesudah kematian. Hal ini menunjukkan bahwa hidup kita memang berlanjut sampai ke hidup yang kekal. Maka percakapan antara si kaya dan Abraham di alam bakal menjadi peringatan bagi kita semua.

Yesus mau mengingatkan bahwa sejak di dunia kita sudah harus berubah dan bertobat dan jangan menunggu. Semua pengajaran yang kita terima, baik dengan membaca kitab suci maupun melalui pengajaran gereja, menjadi suatu masukan yang sangat berharga. Oleh sebab itu, janganlah semuanya itu diabaikan apalagi dilupakan. Kita dipanggil untuk membangun jembatan kehidupan. Semuanya itu akan sungguh berpengaruh bagi hidup kita mulai sekarang ini. Sejak di dunia inilah kita mempersiapkan hidup di akhirat, tempat ke mana kita akan melangkah. Ingatlah Tuhan tidak menentukan ke mana arah kita. Kitalah yang menentukannya melalui sikap hidup kita sekarang. (LF)

Image result for Luke 16:26