Dipanggil-NYA untuk Dibenarkan-NYA dan Dimuliakan-NYA

Renungan Kamis 8 September 2016

Bacaan: Mi. 5:1-4a atau Rm. 8:28-30;Mzm. 13:6ab,6cd; Mat. 1:1-16,18-23

Dipanggil-NYA untuk Dibenarkan-NYA dan Dimuliakan-NYA.

Rm 8:30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Orang kalau menikah biasanya disuruh menyelidiki bibit bobot bebet, adakah anggota keluarganya yang cacat, adakah orang tuanya yang ‘tidak benar’? Asal usul seseorang merupakan faktor penting apakah nantinya dia dapat memberikan keturunan yang baik dan sempurna.

Bagaimana dengan asal usul Yesus? Kalau melihat silsilah kelahiran Yesus, siapakah orang tuanya? Siapakah nenek moyangnya? Yusuf, seorang tukang kayu, keturunan siapakah dia? Ternyata nenek moyangnya bukan orang yang sempurna, di antaranya adalah pendosa yang bertobat, seperti Daud, seorang penggembala domba yang akhirnya menjadi raja, namun kemudian jatuh dalam dosa dengan merebut isteri Uria dan mereka punya anak Salomo.

Belajar dari asal usul Yesus, Allah memilih yang terkecil untuk dijadikan besar. (Mi 5:1 Tetapi engkau, ..hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel….) seperti Daud penggembala domba yang akhirnya menjadi raja.

Allah memilih kita dari yang tidak berdaya dan berdosa, untuk dipulihkan, dan diberi kuasa sehingga mampu melakukan hal-hal yang besar, yang bahkan jauh lebih besar dari yang dilakukan oleh Yesus apabila Roh Kudus menyertai kita. Dan melalui hal-hal besar itulah Allah mau memuliakan kita.

Namun harus waspada sebab kebesaran, kepandaian, kehebatan itu bisa membuat kita terlena dan jatuh dalam kesombongan, merasa diri lebih dari yang lain. Kita menjadi lupa bahwa saya dipilih justru karena ‘kecil’ dan tak berdaya bukan karena hebat, berhikmat, pandai atau kaya.

Oleh sebab itu mari terus belajar rendah hati, jangan meremehkan siapapun, orang yang “kecil” menurut pandangan kita, anak kecil, orang-orang yang tidak sempurna atau cacat sekalipun, bahkan orang berdoa, atau musuh-musuh kita sekalipun. Siapapun dapat dipilih oleh Allah. Mari kita terus bertobat, menyadari bahwa kita telah dipanggil untuk dibenarkan (lewat pertobatan dan perubahan) sehingga akhirnya kita pun akan dimuliakanNya.

Tuhan memberkati.

PPT

Image result for rome 8:29