Berjumpa Dengan Yesus

Renungan Kamis 22 September 2016

Bacaan: Pkh. 1:2-11; Mzm. 90:3-4,5-6,12-13,14,17; Luk. 9:7-9

“Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapakah gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal besar itu?” Lalu ia berusaha untuk dapat bertemu dengan Yesus. (Luk 9:9)

Dosa pembunuhan terhadap Yohanes menghantui Herodes. Hal ini membuat ia menjadi penasaran dan sekaligus cemas ketika mendengar tentang Yesus. Karena kata orang Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Herodes mencari Tuhan Yesus bukan karena ia ingin lebih mengenal pribadi Yesus tapi mungkin lebih karena takut posisinya terancam atau takut Yesus membuka kejahatannya karena membunuh Yohanes Pembaptis. Rasa bersalah, curiga, egois menghalangi kita untuk melihat pribadi seseorang yang sesungguhnya. Mother Teresa mengatakan, “If you judge people, you have no time to love them.”

Setiap kali muncul produk baru, telepon selular misalnya, banyak orang akan berbondong-bondong untuk ingin melihat, mencoba, dan memilikinya. Ya, sesuatu yang baru, apalagi menimbulkan kehebohan, akan membangkitkan rasa penasaran, ingin tahu dan ingin memiliki. Demikian pula halnya yang dialami Herodes. Ia penasaran dan sekaligus cemas dengan berita munculnya seorang yang berpengaruh dan penuh kuasa. Apalagi Herodes mendapatkan desas-desus bahwa orang itu adalah Yohanes yang bangkit kembali, setelah mati dipenggal kepalanya atas perintah Herodes sendiri. Sementara orang lain mengatakan bahwa orang itu adalah Elia yang muncul kembali. Berbagai ”kata orang” tentang Yesus mencemaskan, meresahkan, tetapi juga menimbulkan rasa ingin berjumpa di dalam diri Herodes. Karena itu, ia berusaha untuk berjumpa dengan Yesus.

Apakah kita juga punya keinginan dan usaha untuk berjumpa dengan Yesus? Kalau Pengkhotbah mengatakan bahwa segala sesuatu adalah sia-sia, apakah hal ingin berjumpa dengan Yesus adalah juga kesia-siaan? Pastilah tidak! Akan tetapi, usaha-usaha kita untuk berjumpa dan mengalami perjumpaan yang mendalam dengan Yesus bisa saja akan sia-sia jika motivasinya buruk atau bukan berasal dari suatu kerinduan yang tulus dan murni. Demikian Herodes akhirnya tidak berhasil ‘menjumpai’ Yesus – tidak ada perjumpaan mendalam, dari hati ke hati, antara Yesus dan Herodes-maka keinginan untuk berjumpa tidak sampai pada perubahan hati.

Seandainya masih ada rasa bersalah, benci, kemarahan dalam hati kita, marilah kita datang kepada Tuhan untuk mohon pengampunan dan mencurahkan kasih yang berlimpah dalam hati kita untuk menghapuskan semua hal-hal atau pikiran yang negatif. Amin.

Ya Yesus Kristus, dampingi dan bantulah kami agar di kala mengalami kecemasan tidak membuat mata hati kami menjadi buta dan melakukan tindakan yang merugikan sesama. Tetapi berani datang dan mohon belas kasih-Mu, sebab Engkaulah penyelamat kami. Amin. (IP).

Image result for meet with jesus