Ada Sukacita Karena Seseorang Bertobat

Renungan Minggu 11 September 2016

Bacaan: Kel. 32:7-11,13-14; Mzm. 51:3-4,12-13,17,19; 1Tim. 1:12-17;Luk. 15:1-32 (Luk. 15:1-10)

Akan ada sukacita pada Malaikat-Malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat (Lukas 15: 10)

Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali mendengar nasehat dari para orang tua supaya jangan dekat dengan orang yang suka berselingkuh atau tukang selingkuh. Karena perbuatan selingkuh sering dilakukan, maka orang mengatakan sebagai “tukang” atau “ahli”. Jangan dekat dengan penjahat, jangan dekat dengan koruptor, peminum narkoba dan seterusnya, kamu akan tertular ( terpengaruh dan ikut). Kita juga sering menghakimi mereka dengan melontarkan kata-kata yang menyakiti hati mereka, misalnya mereka penjahat, pencuri bahkan kita juga menjauhi mereka.

Hari ini Yesus membuka cara pandang kita, Yesus mau menerima mereka, Yesus mau bergaul dengan orang berdosa, orang yang disingkirkan masyarakat, Yesus sangat mengasihi mereka. “Orang-orang berdosa biasa datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia” (Luk 15:1). Makna dari kata “biasa” berarti lebih dari satu kali. Mereka haus akan kebenaran, mereka haus akan pengakuan, mereka juga ingin mendapatkan hak yang sama, mereka ingin keluar dari persoalannya namun tidak ada orang yang menuntun mereka untuk menuju apa yang diinginkannya, sehingga mereka datang kepada Yesus. Dari kebiasaan mereka mendatangi Tuhan Yesus membuat orang Farisi dan ahli Taurat bersungut-sungut. Tuhan Yesus mengajak kita untuk menjadi saluran kasih-Nya bagi orang yang ingin hidupnya lebih bermakna baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain.

Dalam kitab Keluaran 32:11,13,14, ketika Allah murka akan menghukum (menimpakan mala petaka) kepada bangsa Israel karena menyembah patung tuangan lembu dari emas, Musa mencoba memohon belas kasih-Nya agar bangsa Israel tidak dibunuh atau dihukum. Allah menyesal, Allah tidak menimpakan mala petaka pada bangsa Israel.
Karya keselamatan Allah diberikan bagi orang-orang yang dengan rendah hati mau datang kepada Yesus, dan juga bagi orang yang tersesat seperti Saulus. “Aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihi-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman. Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.” (1 Tim 1:13-14).

Pengalaman saya ketika saya memberi pembinaan kepada seorang katekumen. Seorang Romo berkata kepada saya, “Bu Christine, katekumen hanya satu orang saja kok diberi pelajaran, apakah tidak membuang-buang waktu dan tenaga?” Kemudian saya menjawab, “Tidak, Romo, karena satu orang bertobat, seluruh isi sorga bersukacita.” Lalu Romo tersebut mengatakan, “Oh iya ya.” Kemudian saya tetap melanjutkan pembinaan sampai orang tersebut menerima Yesus secara penuh dengan Sakramen Inisiasi.

Pertobatan merupakan pemulihan hubungan antara kita dengan Allah. Untuk menyenangkan Tuhan dan seisi sorga, maukah kita menerima mereka dan mempersembahkannya kepada Yesus? Maukah kita mengenalkan Yesus kepada mereka agar mereka biasa mendatangi Yesus? Seperti yang Yesus sabdakan sendiri, “Aku datang bukan untuk orang benar, melainkan untuk orang berdosa.” (Matius 9: 13).

Tuhan memberkati.

ECMW

Image result for Luke 15:10