Tugas Anak Allah

Tugas Anak Allah

Renungan Rabu 31 Agustus 2016

Bacaan: 1Kor. 3:1-9; Mzm. 33:12-13,14-15,20-21; Luk. 4:38-44

Sebagai anak Allah yang masih tinggal di bumi, bukan berarti kita menjadi seperti makhluk aneh/asing di hadapan orang-orang, namun justru sebagai orang yang menyandang predikat anak Allah sudah seharusnya menyadari bahwa kita memiliki tugas untuk bersaksi tentang Kristus dan karya keselamatan-Nya kepada dunia. Inilah pelayanan yang dipercayakan Tuhan kepada kita yaitu pelayanan pendamaian. Pelayanan pendamaian adalah mengenai bagaimana kita membawa orang lain kepada Tuhan Yesus dan membawa Tuhan Yesus kepada orang lain. Setia hadir di gereja setiap minggu dan aktif terlibat dalam pelayanan masih belum cukup bisa dikatakan bahwa kita telah melakukan tugas sebagai anak Allah. Namun, melakukan pelayanan pendamaian dengan membawa orang lain mengenal Tuhan Yesus dan menghadirkan Tuhan Yesus dalam kehidupan orang lainlah yang menyenangkan hati Tuhan. Jadi, kita tidak akan mampu menjalankan tugas pelayanan pendamaian ini bila kita sendiri tidak memiliki kehidupan seperti Kristus. “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” (1 Yohanes 2:6).

Bacaan injil hari ini mengajarkan kepada kita bagaimana meneladani kehidupan Yesus sebagai Anak Allah yang memiliki tugas mendamaikan kita dengan Allah dan memberikan tugas dan tanggung jawab kepada setiap kita untuk memberitakan kabar damai ini kepada dunia. Mari kita belajar apa saja yang menjadi tugas kita sebagai anak Allah?

1. Berada di rumah Ibadah /senantiasa ingin dekat dengan Bapa.
“Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu” (Lukas 4:38). Berarti tadinya Yesus berada di rumah ibadah itu. Apa artinya berada di rumah ibadah, artinya berada dekat dengan Tuhan, senantiasa ingin dekat dengan Bapa untuk dapat menerima kekuatan, untuk dapat menerima damai sejahtera, untuk dapat menerima petunjuk dan tuntunan. Bagi-Nya, Bapa adalah segalanya. Keintiman dengan Bapa inilah yang menjadi kekuatan dalam pelayanan Yesus.

2. Menolong orang yang membutuhkan pertolongan.
“Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia” ( Lukas 4:38). Sebagai anak Allah, segala kebutuhan kita dicukupi oleh Tuhan. Tetapi bagaimana dengan kebutuhan orang dunia? Bagi segala kebutuhan kita, ada Tuhan yang mencukupi, tetapi bagi kebutuhan dunia ini, Tuhan menempatkan kita untuk menjadi berkat di tengah-tengahnya. Menolong orang tidak selalu dengan uang atau fasilitas-fasilitas yang hebat meskipun kadangkala ada orang-orang yang membutuhkan pertolongan uang. Tetapi kasih pun, perhatian, uluran tangan , membantu memikirkan dan mendoakan, itu juga termasuk bagian dari pertolongan yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita.

3. Menyembuhkan yang sakit.
Dengan ketulusan, dengan kemurahan hati, dengan kebesaran hati, Yesus menyembuhkan orang-orang yang sakit, tanpa peduli siapapun mereka. Bahkan mungkin bisa jadi dari antara mereka adalah orang-orang yang belum dikenal. (Lukas 4: 39-40). Apa artinya tugas anak Allah menyembuhkan yang sakit, artinya di mana pun kita berada, kita menjadi berkat, menjadi terang, menjadi garam tapi sekaligus memberi petunjuk, memberi nasehat dan juga mendoakan yang sakit. Maukah kita meneladan Dia, menyembuhkan siapapun yang sakit? Baik itu sakit fisik, sakit mental, sakit rohani, yang tanpa sadar itu semua ada di sekitar kita. Di mana pun kita berada tugas kita sebagai anak Allah menyembuhkan yang sakit, sehingga mereka boleh mengalami kelegaan di dalam Tuhan, mereka boleh bersukacita, mereka boleh mengalami kehadiran Allah lewat kita yang menyembuhkan.

4. Mengusir setan-setan
Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak:”Engkau adalah Anak Allah.” (Lukas 4:41). Tugas terpenting sebagai anak Allah adalah mengusir setan-setan. Lewat kuasa Roh Kudus yang ada di dalam diri kita, kita berani berkata: “Di dalam nama Yesus, Setan lepaskan tanganmu dari keluargaku; Setan lepaskan tanganmu dari orang-orang dekatku, dan Tuhan, biarlah lewat hidupku Terang Kristus boleh memancar, kegelapan menyingkir”. Setan tidak mempunyai kuasa atas diri orang percaya karena Roh yang ada di dalam diri kita lebih besar dari roh-roh yang ada di dunia ini dan kuasa Roh Kudus pasti memberikan kemenangan bagi kita.

Sahabat, Yesus ingin kita menyadari tugas kita sebagai anak Allah walaupun Yesus sadar bahwa setiap karya dan tindakan-Nya tidak selalu diterima. Dia sadar bahwa tidak setiap perbuatan-Nya disukai oleh setiap orang. Senantiasa ada penolakan di sana dan di sini. Tetapi Yesus sadar, Dia tidak boleh berhenti akan hal itu; maka Ia katakan: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus”. (Lukas 4:43).

Berkat Allah yang Maha Kuasa menyertai kita semua. Amin.

FHM

Image result for proclaim the good news