Tidak Mencari Pengakuan

Renungan Selasa 30 Agustus 2016

Tidak Mencari Pengakuan

Bacaan: 1Kor. 2:10b-16; Mzm. 145:8-9,10-11,12-13ab,13cd-14; Luk. 4:31-37

Ketika Tuhan Yesus mengajar di dalam rumah ibadat banyak orang kagum mendengarkan pengajaran-Nya, tetapi mereka hanya sebatas kagum dan tidak mengenal siapa Yesus sebenarnya. Sedangkan setan yang juga berada di sana pada saat yang sama mengetahui siapa Yesus dan bukan hanya tahu tapi dia takut dan taat kepada-Nya ketika diperintah.

Bacaan Injil ini mengingatkan saya akan dua hal:

  • Seringkali saya yang mengaku murid Tuhan dan rajin beribadah tidak lagi menyadari kehadiran Tuhan dalam suatu ibadat atau saat pelayanan, dalam kata-kata saya mengucapkan bahwa Tuhan hadir bersama kita, tapi rasa takut dan kuatir menunjukan sebenarnya saya tidak dapat melihat kehadiran Tuhan di sana.
  • Setan berteriak dengan suara keras, “Engkau yang kudus dari Allah”, pengakuan ini tidak membuat Yesus tersanjung tetapi justru segera menyuruh diam dan mengusir keluar. Hal ini mengingatkan saya betapa sering suatu pujian justru saya nikmati, betapa sering justru kita ingin mendengar pujian dari orang-orang. Yesus tidak mau terpengaruh oleh pujian dan tidak mencari pengakuan.

Doa: Ya Tuhan, mohon rahmat-Mu selalu agar dalam setiap pelayanan maupun ibadah yang aku lakukan, aku dapat melihat dengan iman akan kehadiran-Mu dan menyerahkan seluruhnya dalam kuasa-Mu, mohon agar diriku tidak terpengaruh oleh penilaian orang lain tetapi selalu menyadari keberadaanku di hadapan-Mu.

FS

Image result for it's all for God