Telah Kuketahui Sekarang

Renungan Minggu 7 Agustus 2016

Bacaan: Keb. 18:6-9; Mzm. 33:1,12,18-19,20,22; Ibr. 11:1-2,8-19; Luk. 12:32-48

Jika bicara masalah iman, ada banyak hal yang bisa kita pelajari, kita bisa introspeksi diri dan mengenal Tuhan lebih lagi. Kita mau belajar dari Abraham. Dia sudah mendengar, melihat dan juga mengalami banyak hal bersama Tuhan. Betapa banyak bukti akan kebesaran Tuhan yang dia alami. Bagaimana janji Tuhan, perkataan Tuhan yang secara logika tidak mungkin, tidak akan bisa. Tapi dia tahu bahwa beriman adalah percaya “bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”. Saat Tuhan berkata, berjanji, secara mata tidak bisa, tidak ada, tidak mungkin. Tapi saat Abraham memercayai maka janji Allah pun digenapi.

Jika melihat bagaimana Tuhan menguji Abraham tentang Ishak. Tuhan meminta Abraham mempersembahkan Ishak. Abraham tahu bahwa Tuhan bekerja dan memakai Ishak untuk rencana-Nya, tapi Tuhan meminta Abraham untuk mempersembahkan Ishak sebagai korban. Dua hal yang bertolak belakang. Tapi satu hal pasti, Abraham tahu bahwa dia terlalu kecil untuk mengerti apa rencana Tuhan. Tapi satu hal yang dia pegang, dan itu adalah yang benar, yaitu dia percaya. Imannya tidak goyah dan dia melakukan apapun perintah Tuhan (Kej 1) dan sampai Tuhan mengatakan “telah kuketahui sekarang”. Tuhan telah tahu bahwa Abraham tetap beriman dan percaya.

Hal ini jugalah yang harus kita contoh dan kita lakukan. Saat mengalami apa pun dan posisi bagaimana pun, kita harus tetap percaya. Walaupun secara logika sulit dimengerti, di depan mata sepertinya tidak mungkin, tapi kita tetap percaya. Tidak goyah, sampai Tuhan berkata pada kita “telah kuketahui sekarang” agar rencana Tuhan atas kita boleh terjadi. – – ADJ –

PicsArt_08-07-10.43.29