Sepikiran dengan Allah

Renungan Kamis 4 Agustus 2016

Bacaan: Yer. 31:31-34; Mzm. 51:12-13,14-15,18-19; Mat. 16:13-23

Menjadi pengikut Yesus artinya Yesus yang di depan dan pengikutnya ada di belakang. Bila pemimpin ke kanan, maka pengikutnya juga ke kanan. Bila pemimpin ke kiri, maka pengikutnya juga ke kiri. Artinya, seorang pengikut haruslah memiliki pikiran yang sama dengan yang diikutinya. Bagaimana cara agar kita dapat sepikiran dengan Allah?

Mari kita belajar dari Petrus. Injil hari ini bercerita tentang salah seorang pengikut dan murid Yesus yaitu Petrus yang mengalami dua hal yang bertolak belakang.

Pertama, Petrus dapat menjawab dengan tepat siapa Yesus sebenarnya, sehingga Petrus pun dikatakan oleh Yesus, “Berbahagialah…”. Di sini kunci keberhasilan Petrus adalah bila Petrus tidak menggunakan pikiran atau perkataan orang-orang lain mengenai siapa Yesus itu (ayat 14) tetapi dia berpikiran sesuai dengan firman di perjanjian lama. Saat itu bangsa Yahudi memang sedang menantikan kedatangan Mesias, Yang Diurapi Allah; dan Petrus berhasil karena menggunakan pikiran Allah yang tertuang dalam perjanjian lama.

Kedua, Petrus mendapatkan kejutan dari Yesus saat Yesus berpaling dan berkata pada Petrus: “Enyahlah Iblis!”
Di sini kunci kegagalan Petrus adalah Petrus tidak menggunakan pikiran Allah, tapi menggunakan pikiran manusia yang sudah tercemar oleh dosa asal sehingga konsep Mesias sebagai seorang yang jaya dan sukses hanya diukur oleh ukuran manusia. Nubuatan mengenai hamba Allah yang menderita sebenarnya juga ada di dalam perjanjian lama, namun itu tidak digunakan oleh Petrus.

Sekarang kita telah tahu bahwa sepikiran dengan Allah itu artinya juga sepikiran dengan apa yang tertulis dalam kitab suci, ajaran gereja dan tradisi suci, meskipun terkadang pikiran manusia tidak dapat memahaminya.

Seperti dikatakan oleh St. Ignatius Loyola, “Bila Gereja menetapkan sesuatu itu berwarna hitam yang walaupun di mata kita berwarna putih, kita harus menyatakannya berwarna hitam sepenuh hati.”

Doa: Bapa yang di Surga, terima kasih atas pelajaran yang kami dapat dari Yesus saat bersama Petrus. Ajarilah kami untuk dapat memiliki pikiran yang sepikiran dengan-Mu agar seluruh kehendak-Mu dapat terjadi di dalam kehidupan kami. Berilah kami rahmat-Mu dan hati yang taat bila kami belum mengerti akan pikiran dan rencana-Mu saat ini. Amin.

FS