Samudra Pengampunan

Renungan Kamis 11 Agustus 2016

Bacaan: Yeh. 12:1-12;Mzm. 78:56-57,58-59,61-62;Mat. 18:21 – 19:1

Pengampunan adalah salah satu hal yang sulit di dalam mengikut Yesus. Namun untuk kita bisa masuk dalam kerajaan-Nya, kita harus melakukan perintah yang satu ini.

Beberapa tahun yang lalu saya masih menyimpan kemarahan pada kedua orang tua saya atas perlakuan mereka yang saya anggap tidak adil bagi saya di dalam memperlakukan saya dibanding dengan mereka memperlakukan adik-adik saya yang semuanya adalah laki-laki. Saya merasa bukankah mereka seharusnya lebih memperhatikan saya satu-satunya anak perempuan mereka.

Saya menjadi Katolik sejak usia 18 tahun, tetapi sampai usia saya 45 tahun, saya tidak pernah menerima Sakramen Tobat (pengakuan dosa) karena ketidaktahuan saya akan iman Katolik yang benar. Saya dibaptis hanya karena saya sekolah di sekolah Katolik.

Tapi pada suatu hari, saat saya mengikuti misa, homili romo tentang Sakramen Tobat. Saya terus mencari kebenaran dari homili romo, sampai suatu hari saya benar-benar yakin bahwa seorang Katolik wajib menerima Sakramen Tobat, dengan mengakukan semua dosa-dosa di hadapan imam dan saya akan mendapat pengampunan.

Saat mengikuti retret di mana ada sesi pengakuan dosa, di sanalah pertama kali di dalam hidup, saya mengakukan kesalahan-kesalahan saya di hadapan romo. Saya mendapat pengampunan dan semenjak hari itu hidup saya serasa dipenuhi oleh KASIH ALLAH yang luar biasa. Saya mulai punya pandangan lain terhadap kedua orang tua saya. Saya mulai ada hubungan yang baik dengan mereka yang mana selama ini saya tidak pernah mengasihi mereka. Sekarang KASIH itu timbul setelah saya menerima Sakramen Tobat, dan alasan-alasan apa yang membuat mereka kurang memperhatikan saya dibanding mereka yang lebih memperhatikan adik-adik saya, Roh Kudus ungkapkan di dalam doa hening saya.

Di saat saya merasakan Kasih Tuhan, saya pun mulai bisa mengasihi orang-orang di sekitar saya, bahkan orang yang menyakiti saya. Karena mengampuni adalah mengasihi.

Allah adalah Kasih, saat hati kita dipenuhi KASIH, maka hati kita pun dipenuhi pengampunan. Hubungan saya dengan kedua orang tua saya hari demi hari menjadi semakin baik. Saya diberi kesempatan oleh Tuhan untuk membagikan iman saya akan Kristus kepada kedua orang tua saya. Sehingga membawa mereka  menerima Kristus juga, dengan penyerahan diri mereka untuk dibaptis.

Doa: Tuhan, biarkan hatiku senantiasa Kau penuhi dengan KASIHMU sampai meluap, agar luapan Kasih itu menjadi samudera pengampunan.

HFS